PALU, HAWA.ID – Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Dandy Adhi Prabowo, mewakili Ketua DPRD Sulteng, menghadiri Rapat Aktivasi Pos Komando (Posko) dan Pembentukan Struktur Komando Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Tahun 2026 yang digelar di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Sabtu (20/6/2026).
Rapat tersebut dilaksanakan sebagai respons atas bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso, dan Kota Palu. Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi, komando, serta pengendalian penanganan darurat bencana secara terpadu antarinstansi.
Kegiatan dipimpin oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, didampingi Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Pusat, Agus Riyanto, Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Asbudiyanto, serta Ketua Komisi III DPRD Sulteng, Dandy Adhi Prabowo.
Turut hadir dalam rapat tersebut para kepala daerah dari wilayah terdampak, yakni Pemerintah Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Poso, serta unsur perangkat daerah dan instansi terkait lainnya.
Berdasarkan data BPBD Provinsi Sulawesi Tengah hingga pembaruan Sabtu (20/6/2026) pukul 04.00 WITA, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA berpusat di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu pada kedalaman 10 kilometer. Sejak kejadian tersebut, tercatat sebanyak 1.038 gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai 5,7, dan 35 kali di antaranya dirasakan oleh masyarakat.
Dampak bencana tercatat cukup signifikan di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Sigi, 2.319 unit rumah terdampak, disertai kerusakan pada fasilitas umum seperti kantor, rumah ibadah, sekolah, puskesmas, UMKM, hingga infrastruktur jembatan dan jaringan air bersih. Di Kota Palu, 88 unit rumah terdampak serta kerusakan pada sejumlah fasilitas publik, termasuk Jembatan Palu III dan bangunan perkantoran. Sementara itu, di Kabupaten Parigi Moutong tercatat 53 rumah terdampak, dan di Kabupaten Poso sebanyak 17 rumah terdampak beserta kerusakan pada fasilitas pendidikan dan akses jalan.
Dalam kesempatan tersebut, Dandy Adhi Prabowo menyampaikan bahwa sehari pascagempa, DPRD Sulteng bersama Gubernur dan sejumlah perangkat daerah telah turun langsung meninjau kondisi di lapangan.
Ia menegaskan terdapat tiga fokus utama penanganan pasca bencana gempa, yakni penanganan korban terdampak, distribusi logistik, serta pemulihan infrastruktur.
Terkait infrastruktur, Dandy menyoroti pentingnya percepatan penanganan sejumlah fasilitas publik yang mengalami kerusakan, termasuk Jembatan Palu III. Ia mendorong koordinasi lintas sektor, khususnya dengan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang, agar langkah penanganan dapat dilakukan secara terintegrasi, termasuk dalam menyambut kunjungan Kementerian Pekerjaan Umum.
Selain itu, ia juga menekankan perlunya perhatian serius terhadap rumah warga yang terdampak gempa, mengingat banyak bangunan mengalami kerusakan struktural dan membutuhkan perbaikan menyeluruh. Menurutnya, hal tersebut perlu diikuti dengan perencanaan anggaran yang matang agar penanganan dapat berjalan optimal.
Pada aspek kebijakan, Dandy menyampaikan bahwa kondisi bencana yang terjadi di empat wilayah tersebut telah memenuhi unsur penetapan status tanggap darurat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku guna mempercepat penanganan di lapangan.
Di akhir penyampaiannya, Dandy mengingatkan seluruh unsur BNPB, BPBD, serta perangkat daerah terkait agar tetap mengutamakan keselamatan dalam menjalankan tugas penanganan bencana.
“DPRD Provinsi Sulawesi Tengah akan terus bersama pemerintah dan masyarakat dalam mengawal penanganan serta pemulihan dampak bencana di wilayah terdampak,” ujarnya.
Melalui rapat ini, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor guna mempercepat penanganan darurat, pemulihan infrastruktur, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Sulawesi Tengah.***