KOLAKA, HAWA – Pertumbuhan penduduk dan kebutuhan layanan medis yang meningkat di Kolaka menuntut penguatan ekosistem kesehatan Kolaka secara menyeluruh. Menjawab kebutuhan ini, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kolaka, Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, dan RSUD Benyamin Guluh menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) Batch II.

Pelatihan yang berlangsung di Gedung Lantai 4 RSUD Benyamin Guluh, Kolaka, pada Jumat (28/08) ini, bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam penanganan awal kegawatdaruratan, khususnya trauma dasar dan kegawatdaruratan jantung. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Sosial dan Lingkungan PT Vale bertema “Kolaka Sehat, Inklusif, dan Berdaya”, melalui program Sustainable Medical Health yang berfokus pada penguatan ekosistem kesehatan Kolaka.

Achmad Siswandi Asdam, Perwakilan Manajemen PT Vale sekaligus Project Engineer Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, mengatakan bahwa program Sustainable Medical Health tidak hanya berfokus pada pelatihan. Program ini juga diarahkan untuk memperkuat layanan kesehatan daerah secara berkelanjutan, mendukung ekosistem kesehatan Kolaka.

“Program ini dilaksanakan secara terintegrasi, mulai dari pelatihan dan sertifikasi tenaga kesehatan, seperti BTCLS, promosi kesehatan, pelayanan kesehatan ibu dan anak, operasi katarak, hingga dukungan beasiswa pendidikan dokter. Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi program pemberdayaan masyarakat perusahaan yang sejalan dengan pilar kesehatan dalam ketentuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral,” kata Siswandi.

Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan merupakan fondasi dalam menghadirkan layanan medis yang aman dan berkualitas. Melalui pelatihan BTCLS, peserta dibekali kemampuan mengidentifikasi kondisi kegawatdaruratan dan melakukan tindakan awal secara cepat, tepat, serta sesuai standar. Hal ini penting untuk memastikan ekosistem kesehatan Kolaka yang responsif.

Pelatihan BTCLS dilaksanakan selama enam hari dengan metode hybrid. Peserta mengikuti sesi teori secara daring selama tiga hari dan dilanjutkan sesi praktik selama tiga hari. Perpaduan teori dan praktik diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus kesiapan peserta menghadapi situasi kegawatdaruratan di tempat kerja, memperkuat ekosistem kesehatan Kolaka.

BTCLS Batch II diikuti oleh 33 peserta. Dengan pelaksanaan gelombang ini, jumlah tenaga kesehatan yang telah mengikuti program tersebut mencapai sekitar 60 orang. Peserta berasal dari wilayah pemberdayaan PT Vale yang mencakup Ring 1 (Kecamatan Pomalaa, Baula, Wundulako, dan Tanggetada) serta wilayah Ring 2 dan Ring 3, termasuk Kecamatan Kolaka dan sekitarnya. Cakupan ini diharapkan dapat memperluas pemerataan kompetensi tenaga kesehatan di berbagai wilayah pelayanan, sehingga meningkatkan kapasitas ekosistem kesehatan Kolaka.

Sebagai kelanjutan program, PT Vale juga merencanakan pelatihan Advanced Trauma Life Support (ATLS) dan BTCLS Batch III pada November 2026. Langkah ini diharapkan dapat menambah jumlah tenaga kesehatan tersertifikasi dan memperkuat kesiapan layanan kegawatdaruratan di Kabupaten Kolaka.

Hj. Sri Raoda Buna, S.T., M.T., M.Sc., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi aktif PT Vale dalam mendukung pengembangan sektor kesehatan daerah. Dukungan perusahaan dinilai melengkapi upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, memperkuat sarana pelayanan, dan memenuhi kebutuhan tenaga medis, demi ekosistem kesehatan Kolaka yang lebih baik.

Kolaborasi tersebut juga diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Kolaka dan PT Vale terkait bantuan pendidikan bagi empat dokter spesialis dasar. Dukungan ini diarahkan untuk mempercepat kesiapan operasional RSUD Tipe D Wasa Wisa Benggali di Kecamatan Pomalaa.

“Kami telah menandatangani nota kesepahaman untuk bantuan pendidikan empat dokter spesialis dasar, yaitu spesialis anak, obstetri dan ginekologi, bedah, serta penyakit dalam. Setelah menyelesaikan pendidikan, para dokter tersebut berkomitmen untuk mengabdi di RSUD Wasa Wisa Benggali,” kata Sri Raoda.

Ia menambahkan, PT Vale turut menyalurkan hibah alat kesehatan yang telah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan sesuai kebutuhan prioritas dan tidak tumpang tindih dengan pengadaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), memastikan efisiensi dalam pembangunan ekosistem kesehatan Kolaka.

“PT Vale turut menyalurkan hibah alat kesehatan yang telah dikoordinasikan dengan penganggaran melalui APBD. Koordinasi ini penting agar bantuan dapat memenuhi kebutuhan prioritas sekaligus mencegah terjadinya pembiayaan ganda,” jelasnya.

dr. Julianita, Sp.THT, Direktur RSUD Benyamin Guluh, menuturkan bahwa pengembangan kompetensi menjadi kebutuhan penting bagi sekitar 300 perawat yang bertugas di rumah sakit tersebut. Terlebih, RSUD Benyamin Guluh merupakan rumah sakit rujukan regional yang melayani masyarakat dari Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, hingga Bombana. Dengan cakupan pelayanan yang luas dan tingginya kasus kegawatdaruratan, rumah sakit membutuhkan tenaga kesehatan yang mampu memberikan respons cepat dan tepat kepada pasien, mendukung ekosistem kesehatan Kolaka yang tangguh.

“Pelatihan peningkatan kapasitas SDM yang didukung PT Vale sangat membantu kami karena peserta dapat mengikutinya tanpa dikenakan biaya. Kasus kegawatdaruratan yang masuk ke rumah sakit cukup banyak, sehingga peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk menunjang kualitas pelayanan kepada pasien,” ungkap Julianita.

Pelatihan BTCLS diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi individu peserta, tetapi juga memperkuat kesiapan tim medis dan sistem pelayanan di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya. Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kolaka dan fasilitas pelayanan kesehatan, PT Vale mendorong penguatan sektor kesehatan secara terintegrasi, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga medis, dukungan pendidikan dokter spesialis, pemenuhan alat kesehatan, hingga peningkatan kesiapan rumah sakit. Sinergi tersebut diharapkan dapat membangun layanan kesehatan yang semakin tangguh, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Inisiatif ini sekaligus mencerminkan komitmen PT Vale untuk tumbuh bersama masyarakat melalui program sosial dan lingkungan yang kolaboratif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem kesehatan Kolaka dan wilayah sekitarnya.***