PALU, HAWA – Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, menyoroti tingginya angka perceraian yang dinilai menjadi persoalan serius dalam ketahanan keluarga, pada Sabtu (29/08) lalu. Pernyataan ini disampaikan saat ia memaparkan materi Ketahanan Keluarga dalam kegiatan silaturahim pengurus Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) PKS se-Sulawesi Tengah, yang turut dihadiri pengurus Bipeka Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS.
Dalam pemaparannya, Bunda Wiwik, sapaan akrabnya, menyebut bahwa persoalan keluarga tidak terlepas dari tantangan sosial yang dihadapi generasi muda, seperti pernikahan usia dini akibat kehamilan di luar nikah. Kondisi ini menjadi pemicu munculnya persoalan baru dalam rumah tangga apabila pasangan belum memiliki kesiapan mental, emosional, maupun tanggung jawab keluarga, sehingga berujung pada tingginya angka perceraian.
“Banyak anak muda yang akhirnya menikah karena sudah terjadi kehamilan di luar nikah. Setelah menikah dan anak lahir, muncul berbagai persoalan, terjadi cekcok, kemudian berujung pada perceraian,” kata Bunda Wiwik.
Ia menilai, fenomena angka perceraian ini perlu menjadi perhatian bersama. Pasalnya, dampak perceraian tidak hanya dirasakan oleh pasangan suami istri, tetapi juga memengaruhi tumbuh kembang dan masa depan anak. Oleh karena itu, Bunda Wiwik menekankan pentingnya penguatan keluarga sebagai fondasi utama dalam mencegah dan menekan angka perceraian.
Menurutnya, ketahanan keluarga perlu dibangun sejak sebelum pernikahan melalui pembekalan kepada generasi muda. Materi pembekalan harus mencakup kesiapan berumah tangga, tanggung jawab sebagai pasangan, pola komunikasi, pengelolaan konflik, serta pengasuhan anak.
“Ketahanan keluarga harus menjadi perhatian bersama. Keluarga yang kuat merupakan pondasi penting untuk melahirkan generasi yang berkualitas sekaligus mencegah berbagai persoalan sosial,” ujarnya.
Bunda Wiwik juga mendorong agar pembinaan keluarga tidak hanya dilakukan setelah muncul persoalan. Ia menekankan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan dan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Dalam konteks ini, Bipeka PKS dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga, termasuk membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya mempersiapkan kehidupan berkeluarga guna mengurangi angka perceraian.
Bunda Wiwik berharap silaturahim pengurus Bipeka se-Sulawesi Tengah bersama jajaran Bipeka DPP PKS dapat memperkuat sinergi dalam menjalankan program-program ketahanan keluarga di daerah.
“Penguatan keluarga harus menjadi kerja bersama. Jangan sampai kita baru bergerak ketika persoalan sudah terjadi. Pencegahan harus dimulai dari penguatan keluarga,” katanya.***