PALU, HAWA.ID – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah menuntaskan rangkaian kegiatan Pembinaan, Koordinasi, Supervisi, dan Monitoring (PKSM) yang dilaksanakan di seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS se-Sulawesi Tengah sepanjang Mei 2026.

Rangkaian PKSM berakhir pada akhir Mei dengan mengunjungi tiga daerah terakhir, yakni Kabupaten Donggala, Kabupaten Banggai Laut, dan Kabupaten Banggai Kepulauan. Kegiatan tersebut melibatkan jajaran DPW PKS Sulawesi Tengah bersama Dewan Syariah Wilayah (DSW) dan Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW).

Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah, Muhammad Wahyuddin, mengatakan kegiatan PKSM menjadi sarana untuk melihat secara langsung kondisi organisasi di tingkat daerah sekaligus menyerap berbagai masukan dari pengurus DPD.

Menurutnya, kunjungan ke seluruh DPD PKS di Sulawesi Tengah memberikan gambaran nyata mengenai perkembangan organisasi, tantangan yang dihadapi, serta berbagai hal yang perlu menjadi perhatian dan evaluasi di tingkat wilayah.

“Ada banyak informasi yang menjadi masukan, bahan evaluasi, dan otokritik bagi kami di DPW tentang bagaimana sesungguhnya kondisi di daerah-daerah. Hasil PKSM ini selanjutnya akan dijadikan bahan rapat pleno untuk kemudian ditindaklanjuti,” kata Wahyuddin saat memimpin tim PKSM di Kabupaten Banggai Laut dan Banggai Kepulauan, 30-31 Mei 2026.

Dalam setiap pertemuan, tim PKSM juga menyampaikan sejumlah materi pembinaan organisasi. Salah satu pesan utama yang ditekankan kepada seluruh pengurus DPD adalah pentingnya menjadikan musyawarah sebagai landasan dalam pengelolaan organisasi.

Wahyuddin yang akrab disapa Ustaz Wahyu menegaskan bahwa setiap dinamika yang muncul di internal partai perlu diselesaikan melalui mekanisme musyawarah guna menjaga soliditas dan kesehatan organisasi.

“Dalam mengelola DPD, berupaya menjadikan musyawarah sebagai jalan solusi atas segala dinamika dalam tubuh partai. Hindari sikap otoriter karena hanya akan melahirkan persoalan yang dapat melemahkan organisasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, PKSM juga bertujuan menyelaraskan program kerja partai dari tingkat pusat hingga daerah sehingga tercipta kesamaan arah gerak dan penguatan peran partai di tengah masyarakat.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat karakter PKS sebagai partai yang mengedepankan militansi kader dan soliditas struktur organisasi dari tingkat pusat hingga tingkat paling bawah.

“Kita dikenal sebagai partai yang memiliki soliditas struktur. Mulai dari tingkat paling atas hingga paling bawah,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, DPW PKS Sulawesi Tengah juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja di setiap daerah, termasuk aspek kaderisasi, pelayanan publik, administrasi organisasi, pengelolaan keuangan, hingga dinamika internal partai.

Menurut Wahyuddin, fokus utama PKS saat ini sejalan dengan arahan pimpinan pusat, yakni penguatan kader dan kaderisasi serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Saat ini kita fokus pada kader dan kaderisasi, serta pelayanan publik. Kedua hal ini menjadi prioritas yang harus terus diperkuat di seluruh tingkatan partai,” ujarnya.

Selain mendorong tertib administrasi dan tata kelola organisasi yang baik, DPW PKS Sulawesi Tengah juga mengingatkan pentingnya publikasi berbagai kegiatan pelayanan yang dilakukan kader dan struktur partai agar manfaatnya dapat diketahui masyarakat secara luas.

Wahyuddin menambahkan, kegiatan PKSM akan dijadikan agenda rutin DPW PKS Sulawesi Tengah sebagai bagian dari upaya pembinaan dan penguatan organisasi.

“Insya Allah PKSM akan menjadi agenda rutin. Minimal setiap empat bulan kami akan kembali turun ke DPD-DPD se-Sulawesi Tengah untuk melakukan pembinaan, evaluasi, dan penguatan organisasi,” katanya.***