LUWUK, HAWA – Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag, MH, menyosialisasikan pentingnya Gerakan Pengarusutamaan Keluarga di hadapan pengurus dan anggota PKS Kabupaten Banggai pada Jumat, 02 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman kader dan penggerak perempuan mengenai pentingnya keluarga sebagai fondasi pembangunan masyarakat, menegaskan fokus pada Pengarusutamaan Keluarga PKS Sulteng.

Hj. Wiwik, yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, menjelaskan bahwa Pengarusutamaan Keluarga PKS Sulteng merupakan bagian dari upaya PKS untuk membangun masyarakat yang kuat. Acara diawali dengan sambutan Ketua DPD PKS Kabupaten Banggai, Ustadz Masri Malla.S.Sos, yang menekankan pentingnya peran keluarga dan keterlibatan perempuan dalam pembangunan.

“Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua DPD PKS Kabupaten Banggai, Ustadz Masri Malla.S.Sos. Beliau menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk masyarakat yang kuat serta pentingnya keterlibatan perempuan dalam berbagai ruang pengabdian dan pembangunan,” kata Hj. Wiwik.

Diskusi yang difasilitasi Bipeka DPD PKS Kabupaten Banggai dan dipandu oleh Faidah.S.Pdi selaku moderator, berlangsung interaktif. Peserta membahas tantangan keluarga dan pentingnya menjadikan keluarga sebagai pusat perhatian dalam kehidupan sosial, mendukung visi Pengarusutamaan Keluarga PKS Sulteng.

Dalam materinya, Hj. Wiwik menegaskan posisi strategis keluarga dalam membentuk karakter anak, membangun ketahanan keluarga, dan meningkatkan kualitas hubungan antar anggota keluarga. Keluarga juga disebut sebagai bagian penting dalam membangun masyarakat yang kokoh, sejalan dengan program Pengarusutamaan Keluarga PKS Sulteng.

“Keluarga bukan hanya urusan domestik, tetapi merupakan fondasi utama pembangunan manusia. Jika kita ingin membangun masyarakat dan bangsa yang kuat, maka keluarga harus menjadi bagian penting dari setiap proses pembangunan,” tegasnya.

Menurutnya, Pengarusutamaan Keluarga PKS Sulteng membutuhkan keterlibatan bersama antara ayah, ibu, anak, masyarakat, organisasi, dan pemerintah. Gerakan ini perlu diwujudkan melalui edukasi, keteladanan, pemberdayaan keluarga, serta penguatan peran perempuan dan laki-laki secara seimbang.

Kegiatan ini dihadiri oleh anggota Pelopor, anggota Penggerak, serta anggota Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Kabupaten Banggai. Kehadiran para penggerak tersebut diharapkan dapat memperluas semangat Pengarusutamaan Keluarga PKS Sulteng hingga ke tengah masyarakat.

Peserta juga berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai berbagai persoalan keluarga, termasuk pola komunikasi, pengasuhan anak, ketahanan keluarga, dan peran perempuan dalam membangun lingkungan sehat dan produktif. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Banggai melalui Bidang Perempuan dan Keluarga mendorong agar Gerakan Pengarusutamaan Keluarga tidak berhenti pada forum pendidikan, melainkan berlanjut melalui aksi nyata para Pelopor, Penggerak, dan RKI di masyarakat.TNI