PALU, HAWA – Peta perpolitikan Kota Palu bergejolak setelah politikus muda Muhammad Anugrah Pratama, akrab disapa Nugie, resmi menyatakan Nugie Mundur dari NasDem serta jabatannya sebagai anggota sekaligus Wakil Ketua DPRD Kota Palu. Keputusan mengejutkan ini diumumkan dalam konferensi pers di Palu pada Senin, 28 September 2026, didampingi pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Nugie mengungkapkan bahwa proses pengunduran dirinya dari Partai NasDem telah berjalan sejak beberapa waktu lalu. Seluruh dokumen administrasi pencopotan keanggotaannya sudah ditandatangani dan diserahkan kepada Ketua DPD Partai NasDem Palu untuk diverifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Pada tanggal 5 Agustus 2026 kemarin, saya sudah menandatangani semua dokumennya dan sudah langsung kasih ke ketua DPD Partai NasDem, dan langsung diverifikasi dengan KPU. Jadi saya secara resmi bukan NasDem lagi,” kata Nugie di hadapan awak media.
Di balik keputusan Nugie Mundur dari NasDem, ia tak menampik adanya kekecewaan mendalam terhadap partai yang telah membesarkan namanya selama empat tahun terakhir. Nugie secara blak-blakan menyebut bahwa realitas di dalam partai tidak sejalan dengan jargon besar yang selama ini diusung, yakni “partai tanpa mahar”.
“NasDem sebenarnya dari awal itu jargonnya adalah partai tanpa mahar. Dan setelah saya masuk di dalam, itu tidak sesuai. Itu sangat-sangat tidak menonjolkan identitas mereka,” sentilnya.
Selain persoalan internal partai, faktor paling krusial yang memantapkan langkahnya untuk hengkang berkaitan dengan kehormatan keluarga. Nugie mengakui, keputusan untuk Nugie Mundur dari NasDem kian bulat ketika sang ayah, Ahmad M. Ali, merasa tidak lagi dihargai di dalam tubuh partai.
Meski telah menyatakan Nugie Mundur dari NasDem, politikus peraih suara terbanyak pada Pileg 2024 ini menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh kolega di DPRD Palu, jajaran sekretariat DPD Partai NasDem, serta para konstituen setianya. Dukungan mereka sangat berarti selama kiprah Nugie di parlemen.
Usai resmi meninggalkan NasDem, langkah politik Nugie langsung terjawab dengan bergabungnya ia ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia menilai, visi dan misi PSI memiliki banyak titik singgung yang sejalan dengan aspirasi konstituen mudanya di lapangan.
“Partai PSI ini juga saya melihat banyak sisi yang bersentuhan langsung pas dengan konstituen saya di lapangan, maka dari itu saya memilih partai ini dengan kesadaran penuh,” jelasnya.
Pihak PSI menyambut hangat kehadiran politikus muda berprestasi ini. Jajaran pimpinan PSI menyebut bahwa pinangan langsung telah dilayangkan kepada Nugie untuk mengisi posisi strategis di jajaran pimpinan partai. Bergabungnya Nugie ke PSI diyakini bakal membawa gerbong dukungan masif, terutama dari kalangan pemilih pemula, milenial, dan Gen Z di Kota Palu, guna menghadapi agenda politik elektoral mendatang.AWA