DONGGALA, HAWA – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., meresmikan pembangunan Jembatan Wombo Kalonggo di Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala pada Minggu (04/10/2026). Peresmian ini menandai rampungnya akses vital yang akan menghubungkan antardesa dan meningkatkan konektivitas bagi masyarakat setempat.

Dalam kunjungannya, Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang mampu memberikan manfaat konkret bagi masyarakat, terutama dalam membuka dan memperlancar konektivitas. Menurutnya, Jembatan Wombo Kalonggo memiliki peran strategis sebagai jalur transportasi utama yang menghubungkan sejumlah wilayah dan menunjang mobilitas warga.

“Ini sebenarnya jembatan jalan kabupaten, tetapi karena kita membantu pemerintah kabupaten dalam kondisi keuangan yang tidak memungkinkan, kita membantu pemerintah. Ini jalur yang sangat vital bagi masyarakat antara dua desa. Ini sama dengan Berani Lancar, namanya tol desa,” kata Gubernur Anwar Hafid.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Wombo Kalonggo ini tidak hanya menghubungkan Desa Wombo Kalonggo, tetapi juga Desa Wombo, Desa Wombo Mpanau, dan wilayah sekitarnya. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen penuh untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pusat ekonomi, pelayanan publik, dan aktivitas sosial.

Selain peresmian Jembatan Wombo Kalonggo, Gubernur Anwar Hafid juga menyampaikan rencana pengembangan konektivitas jalan yang akan menghubungkan wilayah Siniu dengan Pantolon. Kawasan Siniu sendiri direncanakan menjadi salah satu pusat pengembangan industri, termasuk industri pengolahan baterai dan sektor pendukung lainnya. Konektivitas ini diharapkan dapat menciptakan jalur alternatif bagi masyarakat serta memperkuat pergerakan ekonomi daerah.

“Kalau Kebun Kopi macet, bisa lewat Siniu, bisa lewat Sausu. Kira-kira begitu. Jadi, kita ingin membangun konektivitas yang memberikan pilihan akses bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Dengan semangat ‘Berani Lancar’, pembangunan infrastruktur di Sulawesi Tengah diarahkan untuk menghadirkan konektivitas yang semakin kuat hingga ke pelosok desa. Setiap akses, mulai dari jembatan hingga jalan, diharapkan menjadi penghubung bagi masyarakat, penggerak ekonomi, dan bagian dari ikhtiar mewujudkan Sulawesi Tengah yang semakin maju dan sejahtera.

Gubernur juga memaparkan perkembangan sembilan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang dikenal dengan ‘9 BERANI’. Program-program ini telah berjalan hampir dua tahun dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Misalnya, program Berani Cerdas telah membantu sekitar 47 ribu mahasiswa melalui pembiayaan pendidikan, sementara Berani Sehat melayani sekitar 270 ribu masyarakat.

“Rakyat Sulawesi Tengah yang berobat, tidak memiliki BPJS, menunggak iuran BPJS, atau penyakitnya tidak ditanggung BPJS, bisa berobat karena ada Berani Sehat. Cukup dengan KTP,” tegasnya.

Gubernur menyatakan bahwa program-program ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah dalam mengurangi beban masyarakat, khususnya bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi. “Pemimpin harus mau mencintai rakyatnya terlebih dahulu dan mengurangi beban rakyatnya. Bagi rakyat yang tidak mampu, pusing kepalanya ketika anaknya harus membayar uang kuliah atau ketika harus berobat. Ini namanya program yang adil untuk semua orang,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga terus menjalankan program Berani Lancar melalui pembangunan dan peningkatan jalan provinsi di tengah keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran. Gubernur menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pelayanan kepada masyarakat, dan pemerintah akan terus mencari solusi serta menentukan skala prioritas berdasarkan kebutuhan rakyat.

Masyarakat juga dapat menyampaikan keluhan melalui layanan Berani Samporoa di nomor 0811-6662-222, yang disiapkan untuk menerima pengaduan selama 24 jam. Kehadiran Gubernur di Desa Wombo Kalonggo juga menjadi momen dialog langsung dengan masyarakat, menyerap aspirasi, dan membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan fasilitas umum dan infrastruktur di tingkat desa.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sulawesi Tengah juga menyerahkan 1.500 paket sembako kepada masyarakat di tiga desa, masing-masing sebanyak 500 paket, sebagai bentuk kepedulian dan perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Turut hadir dalam acara ini Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Ny. Sry Nirwanti Bahasoan, Anggota DPRD Kabupaten Donggala Mas Ali, S.AP. (Purn. TNI), Camat Tanantovea, para pimpinan OPD Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Desa Wombo, Kepala Desa Wombo Kalonggo, Kepala Desa Wombo Mpanau, serta tokoh masyarakat setempat.AWA