JAKARTA, MERCUSUAR – Seluruh anggota Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) wilayah khusus yang diselenggarakan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut dibuka secara resmi oleh Presiden PKS, Al Muzzammil Yusuf, pada Selasa (7 April 2026) di Jakarta.
Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, mengatakan Bimtek ini bertujuan memperkuat kapasitas anggota legislatif agar menjadi wakil rakyat yang aspiratif, akuntabel, serta mengedepankan nilai dan etika publik.
“Wakil rakyat yang aspiratif adalah mereka yang aktif menyerap, memperjuangkan, dan mewujudkan harapan masyarakat dalam kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Perempuan yang akrab disapa Bunda Wiwik itu menjelaskan, salah satu ciri utama legislator aspiratif adalah aktif turun langsung ke masyarakat, tidak hanya menunggu laporan.
“Anggota DPRD harus hadir di tengah masyarakat, baik melalui reses maupun dialog dua arah, untuk mendengar langsung keluhan dan harapan warga,” katanya.
Selain itu, legislator juga dituntut memperjuangkan kepentingan publik melalui forum resmi, seperti rapat-rapat DPRD dan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan dan responsivitas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, anggota dewan perlu memanfaatkan berbagai kanal komunikasi, termasuk teknologi informasi, agar masyarakat mudah menyampaikan aspirasi.
“Yang tidak kalah penting adalah keikhlasan dalam mengabdi. Tugas ini harus dijalankan dengan amanah, bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan,” tegasnya.
Bunda Wiwik menambahkan, setiap aspirasi yang dihimpun harus dikawal hingga terealisasi dalam bentuk kebijakan maupun program pembangunan yang berpihak pada rakyat.
Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, Takwin, menekankan pentingnya akuntabilitas dalam kinerja legislator.
“Anggota DPRD harus mampu mempertanggungjawabkan setiap kerja yang dilakukan kepada publik, serta melayani masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai dan etika,” ujarnya.
Dalam sambutan pembukaan, Ketua Majelis Syuro PKS, Muhammad Sohibul Iman, menyoroti pentingnya pelayanan kepada masyarakat dalam tiga aspek.
Pertama, pelayanan bersifat karitatif, seperti bantuan langsung berupa dana, barang, maupun waktu kepada individu atau kelompok yang membutuhkan. Kedua, pelayanan produktif, yakni mendorong masyarakat menjadi mandiri setelah mendapatkan bantuan. Ketiga, pelayanan berbasis advokasi, yaitu membantu masyarakat mengakses program pemerintah yang lebih luas.
Ia juga mendorong seluruh peserta Bimtek, termasuk pengurus wilayah, untuk meningkatkan jumlah kader dan perolehan suara partai, khususnya di daerah yang belum memiliki perwakilan di DPR RI.
“Penguatan kader dan basis suara menjadi bagian penting dalam memperluas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Takwin, mengutip arahan tersebut.***