PALU, HAWA – Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Palu kembali sukses menggelar Kajian Kamis Sore Bersama (Karisma) pada 20/08/2026. Acara yang mengusung tema “Solusi Bersama Al-Qur’an” ini bertujuan memperkuat keimanan muslimah dan memberikan bekal dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Kajian yang dilaksanakan di Masjid An-Naafi, Kantor Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, menghadirkan Suriyati, S.ThI, M.Psi sebagai narasumber. Ketua Salimah Kota Palu, Erny Susilowaty, menjelaskan bahwa Karisma adalah ruang pembinaan keislaman yang penting bagi para muslimah.
Dalam materinya, Suriyati menekankan bahwa Al-Qur’an adalah sumber utama petunjuk, ketenangan, dan kebahagiaan bagi umat manusia. Kedekatan dengan Al-Qur’an tidak hanya sebatas membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan seluruh pesannya dalam kehidupan sehari-hari. Salimah Palu melalui kegiatan ini mengajak para peserta untuk lebih mendalami Al-Qur’an.
Tiga kunci kebahagiaan hidup menurut Suriyati adalah kedekatan dengan Allah SWT melalui Al-Qur’an, mencintai Rasulullah SAW, serta memiliki pemahaman yang benar mengenai kehidupan akhirat. Kajian Salimah Palu ini membahas secara mendalam setiap poin tersebut.
“Al-Qur’an adalah keharusan dalam kehidupan seorang Muslim. Dengan membaca dan berinteraksi dengan Al-Qur’an, hati menjadi lebih tenang dan jiwa mendapatkan ketenteraman,” kata Suriyati.
Ia menambahkan bahwa membaca Al-Qur’an secara rutin, bahkan dengan suara terdengar, dapat memberikan efek menenangkan dan menciptakan suasana psikologis yang lebih positif. Hal ini menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Kajian Karisma Salimah Palu.
Selain mendekatkan diri kepada Allah SWT, Suriyati juga mengajak peserta untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan meneladani kehidupannya dan memperbanyak selawat. Kunci ketiga, yaitu memahami kehidupan akhirat, di mana dunia adalah tempat mengumpulkan bekal amal saleh untuk kehidupan kekal nanti.
Suriyati juga mengajak para peserta untuk mengenali kondisi hati masing-masing. Hati yang sehat akan membuat seseorang antusias dalam ibadah dan merasa gelisah saat berbuat maksiat. Sebaliknya, hati yang sakit ditandai dengan rasa berat dalam menjalankan ibadah. Untuk itu, Salimah Palu mendorong para muslimah menjaga kesehatan hati.
“Ketika hati mulai merasa berat untuk beribadah, jangan dibiarkan. Perbanyak zikir-zikir ringan yang mudah diamalkan, seperti Subhanallahi wa bihamdihi,” pesannya.
Menjaga kesehatan hati adalah bagian integral dari perjalanan spiritual seorang Muslim, menjadikannya sumber kekuatan untuk terus berbuat kebaikan dan menjauhi kemaksiatan. Ini adalah pesan penting dari kegiatan Salimah Palu.
Ada tiga langkah penting dalam membangun kedekatan dengan Al-Qur’an yang dijelaskan Suriyati. Pertama, tilawah, yaitu membaca Al-Qur’an secara rutin. Kedua, tahfiz, yaitu menghafal ayat-ayat Al-Qur’an. Ketiga, tadabbur, yaitu memahami makna ayat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan berhenti pada membaca. Al-Qur’an perlu dipahami dan direnungkan agar nilai-nilainya hadir dalam kehidupan kita,” tuturnya.
Melalui Kajian Kamis Sore Bersama ini, Salimah Kota Palu berharap semakin banyak muslimah menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun keluarga, menjalani kehidupan sosial, dan mempersiapkan bekal akhirat. Kegiatan ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW.***