PALU, HAWA – Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah atau akrab disapa Bunda Wiwik, menggelar kegiatan Reses Bunda Wiwik di Kelurahan Petobo, Kota Palu, pada Jumat, 31 Juli 2026.

Acara yang berlangsung dari pukul 15.00 hingga 18.00 Wita ini dihadiri ratusan warga untuk menyerap aspirasi dan memaparkan realisasi program. Turut hadir tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, perwakilan majelis taklim, Lurah Petobo, serta Tenaga Ahli Fraksi PKS DPRD Sulteng, Abdul Hanif. 

Dalam pertemuan ini, Bunda Wiwik menyampaikan berbagai program yang telah berhasil direalisasikan melalui skema Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Komitmen ini merupakan upaya dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Program pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas utama dari Reses Bunda Wiwik di Petobo.

Ia menjelaskan, sejumlah program tersebut meliputi bantuan usaha, pelatihan kewirausahaan, serta penguatan kapasitas pelaku UMKM di berbagai bidang. Program-program ini mencakup pengembangan usaha fotografi, perbengkelan, make up artist (MUA), hingga kuliner skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Keberadaan Reses Bunda Wiwik Petobo diharapkan dapat terus menyosialisasikan program-program serupa.

“Pokok pikiran DPRD harus benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, program-program yang diperjuangkan diarahkan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan membuka peluang usaha bagi warga,” kata Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah.

Selain memaparkan capaian, kegiatan Reses Bunda Wiwik di Petobo ini juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan. Warga Kelurahan Petobo mengusulkan perhatian serius terhadap persoalan drainase, normalisasi sungai, dan perbaikan jalan yang telah rusak puluhan tahun namun belum mendapatkan penanganan optimal. Aspirasi ini penting untuk diperjuangkan.

Menanggapi usulan tersebut, Bunda Wiwik menegaskan akan memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui mekanisme yang berlaku agar menjadi prioritas pembangunan daerah. Pada kesempatan sama, ia juga mengingatkan pentingnya membangun ketahanan keluarga sebagai fondasi utama masyarakat yang kuat, harmonis, dan berdaya saing. Ini adalah bagian dari pembangunan yang lebih luas.

Kegiatan reses ini juga bersinergi dengan Dinas Tanaman Pangan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan pokok dengan harga terjangkau. Ini sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan pengendalian inflasi di daerah, sebagaimana hasil dari Reses Bunda Wiwik di Petobo.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan ini. Forum ini menjadi ruang dialog penting antara wakil rakyat dan masyarakat, guna memastikan berbagai kebutuhan warga dapat diperjuangkan dalam kebijakan pembangunan di Sulteng.*/LIA