SIGI, HAWA.ID – Puluhan relawan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah yang dipimpin langsung Ketua DPW PKS Sulteng, Muhammad Wahyuddin, S.ST., melakukan aksi sosial membersihkan puing-puing bangunan rumah ibadah yang terdampak gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Kamis (18/6/2026).

Aksi kemanusiaan tersebut diawali dengan pembersihan Masjid Al-Muhajirin dan rumah milik warga bernama Aco di Desa Kamarora A. Selanjutnya, para relawan bergerak ke Desa Kamarora B untuk membersihkan Masjid Al-Mabrur dan Gereja Bala Keselamatan Korps 1 Kamarora yang berada di Distrik IV Nokilalaki, Divisi Palolo.

Selain rumah ibadah, sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa juga menjadi sasaran kegiatan bersih-bersih relawan PKS.

Turut bergabung dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Sigi dari PKS, Muh Rifay, serta Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Tengah, Takwin.

Muhammad Wahyuddin mengatakan aksi yang dilakukan relawan PKS merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan yang tidak membedakan latar belakang agama, suku, maupun golongan masyarakat yang terdampak bencana.

“Alhamdulillah kami diberi kesempatan untuk membantu membersihkan area gereja, baik di dalam maupun di sekitar bangunan. Saat ini kondisinya sudah jauh lebih bersih. Kegiatan seperti ini bukan hanya dilakukan di Sulteng, tetapi juga telah menjadi bagian dari aksi kemanusiaan yang selama ini dilakukan PKS di berbagai daerah,” ujarnya.

Di tengah kegiatan pembersihan, para relawan sempat merasakan guncangan gempa susulan yang cukup kuat. Selain itu, hujan yang turun saat proses pembersihan gereja menyebabkan kegiatan sempat dihentikan sementara.

Demi keselamatan, para relawan diinstruksikan untuk berlindung di tenda darurat yang dipasang di halaman gereja dan tidak berada di dalam bangunan yang berpotensi terdampak gempa susulan.

Proses pembersihan gereja berlangsung lebih dari dua jam. Selain membersihkan bagian dalam bangunan, relawan juga berupaya mengevakuasi sejumlah material bangunan yang roboh. Namun, keterbatasan peralatan membuat beberapa material berukuran besar dan berat belum dapat dipindahkan.

“Semoga segera ada dukungan alat berat untuk membantu membersihkan material yang masih menumpuk. Untuk bagian dalam gereja sudah jauh lebih bersih, tetapi terkait penggunaan bangunan, tentu perlu mempertimbangkan aspek keselamatan dan hasil pemeriksaan teknis terlebih dahulu,” kata Wahyuddin.

Sementara itu, kondisi masjid yang dibersihkan relawan dinilai sudah lebih siap digunakan kembali untuk aktivitas ibadah setelah puing-puing dan material yang mengganggu berhasil disingkirkan.

Wahyuddin berharap aksi kemanusiaan yang dilakukan relawan PKS dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.

“Banyak rumah warga yang mengalami kerusakan sehingga tidak lagi layak ditempati. Kami berharap bantuan tenaga yang diberikan para relawan dapat sedikit meringankan beban masyarakat dan membantu mempercepat proses pemulihan,” tuturnya. (**)