PALU, HAWA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Tengah (Sulteng) secara ambisius menargetkan perolehan suara yang akan mengantarkan mereka mencapai misi Satu Dapil Satu Kursi pada Pemilu 2029. Optimisme ini muncul usai evaluasi hasil pemilu sebelumnya dan kesiapan mesin partai yang diklaim sangat solid, serta terbuka bagi tokoh eksternal.
Target Satu Dapil Satu Kursi ini disampaikan dalam acara “Ngopi 17-an Bersama Jurnalis” bertema “Menakar Peluang Menuju Senayan 2029”, yang diselenggarakan oleh Bidang Pemenangan Pemilu & Pilkada (BP3) DPW PKS Sulteng. Acara ini berlangsung hangat dan akrab pada Senin, 17 Agustus 2026, di halaman Kantor Sekretariat DPTW / DPW PKS Sulteng, Jalan Sisingamangaraja No. 25A, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
PKS Sulteng menegaskan kesiapannya menghadapi segala bentuk perubahan sistem pemilu, baik proporsional terbuka, tertutup, maupun pemisahan antara Pemilu Nasional dan Lokal. Keyakinan ini didasari pada soliditas internal partai yang minim gesekan dalam transisi kepemimpinan.
“Kami punya keyakinan bahwa setiap role atau model baru metode pemilihan, kami tidak permasalahkan. Kami siap, apakah terbuka atau tertutup atau pemisahan Pemilu Nasional dengan Pemilu Lokal,” kata Rustam Abidin, Kepala BP3 DPW PKS Sulawesi Tengah, dalam sesi pemaparan di acara tersebut.
Rustam Abidin juga menambahkan bahwa dinamika peralihan kepemimpinan di Partai Keadilan Sejahtera, dari tingkat pusat hingga daerah, sangat minim gesekan.
Dalam upaya merealisasikan target Satu Dapil Satu Kursi, PKS Sulteng menerapkan sistem pendaftaran dini bagi tokoh-tokoh daerah, mantan kepala daerah, maupun calon kepala daerah yang ingin bergabung dan berkontestasi pada Pemilu 2029 atau 2031. Keterbukaan ini menjadi salah satu strategi untuk memperkuat barisan caleg PKS.
“Kami menyiapkan pendaftaran dini kepada tokoh-tokoh daerah yang ingin bergabung untuk berkontestasi apakah 2029 dengan 2031. Kami sangat terbuka,” ujar Rustam Abidin.
Ia juga mengungkapkan bahwa sudah ada kepala daerah yang menawarkan diri untuk bergabung dengan PKS untuk merebut kembali kursi DPR RI. “Dan kemarin juga ada mantan calon bupati di salah satu kabupaten juga menawarkan diri,” tambahnya.
Tingginya tingkat partisipasi pemilih di Sulawesi Tengah sebesar 76% dan besarnya suara yang tidak terkonversi menjadi kursi pada pemilu sebelumnya, sekitar 460.000 suara, menjadi peluang emas bagi PKS. Hal ini memberikan optimisme tinggi untuk merebut kembali kursi DPR RI. Target Satu Dapil Satu Kursi menjadi sangat realistis.
Rustam Abidin menegaskan, “Dengan suara tidak terkonversi kursi sebanyak 460.000 ini masih sangat tinggi dan kami masih punya peluang untuk bisa merebut suara yang tidak terkonversi menjadi kursi ini… Jadi kami masih sangat optimis untuk merebut kursi DPR RI kembali untuk pemilu berikutnya.”
Dengan estimasi pemekaran menjadi 62 dapil (termasuk DPR RI) akibat pertumbuhan penduduk di Kota Palu dan Morowali, PKS menargetkan minimal 50 kursi, dengan proyeksi Satu Dapil Satu Kursi. Target ini didukung oleh pemetaan data yang sangat rinci hingga tingkat desa dan TPS, memastikan strategi yang terukur.
“Target kami di Sulawesi Tengah adalah 1 dapil 1 kursi. Target realistisnya secara hitungan kami ya paling tidak 50 kursi dari 62 dapil tersebut,” jelas Rustam Abidin.
“Data kami sampai tingkat desa dan TPS. Kita bisa men-tracking suara partai apa dan caleg siapa sampai ke tingkat TPS,” lanjutnya.
Untuk mempermudah rekrutmen anggota, PKS meluncurkan program “Join PKS”, inisiatif pendaftaran keanggotaan berskala nasional secara digital melalui pemindaian kode QR. Langkah ini diharapkan dapat menjaring lebih banyak anggota dan memperluas basis dukungan PKS, membantu pencapaian Satu Dapil Satu Kursi.
“…sekarang di seluruh Indonesia membuka dalam program Join PKS. Itu untuk bergabung bersama PKS melalui di seluruh Indonesia dengan melakukan scan QR barcode yang sudah disiapkan oleh DPP,” kata Dr. Rizal, Sekretaris Umum DPW PKS Sulteng.
PKS juga berkomitmen memberikan porsi khusus pencalegan bagi generasi milenial dan anak muda dari berbagai latar belakang, etnis, maupun agama, melengkapi kuota 30% keterwakilan perempuan yang selama ini berjalan. Inklusivitas ini menjadi bagian integral dari strategi menuju Satu Dapil Satu Kursi.
“Yang jelas 30% PKS selalu memberikan ruang untuk perempuan, plus PKS menambahkan jatah khusus anak muda juga… dan insyaallah tentunya ruang ini diberikan kepada seluruh anak muda dari kalangan apa saja. Dari semua etnis, dari semua golongan, dari semua agama…” terang Dr. Rizal.
Guna memastikan kelayakan kandidat yang diusung, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS kini melatih surveyor khusus di setiap wilayah. Penentuan calon legislatif akan didasarkan pada perhitungan elektabilitas dan popularitas yang terukur secara ilmiah, bukan sekadar klaim sepihak. Ini menjadi salah satu langkah krusial dalam mengamankan target Satu Dapil Satu Kursi. Partai Keadilan Sejahtera terus berinovasi dalam strategi pemenangan.
“Jadi di setiap wilayah itu mengirimkan surveyornya untuk dilakukan survei supaya nanti ketika menjelang pemilu juga kita secara ilmiah juga, rasionalisasinya juga memenuhi syarat… bagaimana elektabilitasnya terutama popularitasnya,” pungkas Dr. Rizal.TIN