PALU, HAWA – Anggota DPRD Kota Palu menyoroti lonjakan kasus Kebakaran Palu akhir-akhir ini dan mendesak Pemerintah Kota Palu untuk memperkuat langkah pencegahan serta penanggulangan, terutama di tengah musim kemarau panjang. Peningkatan kesiapsiagaan dan edukasi kepada masyarakat menjadi kunci dalam menekan angka Kebakaran Palu.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Palu, Nurhalis Nur, pada Selasa (25/08), menyatakan pentingnya edukasi massal mengenai potensi dan bahaya Kebakaran Palu. Menurutnya, edukasi ini harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, dari camat, lurah, RT/RW, hingga elemen masyarakat lainnya agar informasi tersebar luas.

“Pemerintah juga perlu terus memberikan peringatan dan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai penyebab serta bahaya kebakaran. Edukasi tersebut harus dilakukan secara masif dengan melibatkan seluruh stakeholder,” kata Nurhalis Nur.

Penyampaian pesan pencegahan Kebakaran Palu, lanjutnya, juga dapat dioptimalkan melalui fasilitas rumah ibadah. Hal ini bertujuan untuk memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat secara lebih efektif.

“Jika memungkinkan, imbauan dan edukasi pencegahan kebakaran juga dapat disampaikan melalui masjid dan rumah-rumah ibadah lainnya,” ujarnya.

Selain lingkungan masyarakat, Nurhalis meminta perhatian khusus pada keluarga, khususnya orang tua. Pengawasan terhadap anak-anak perlu ditingkatkan, terutama terkait penggunaan korek api, kompor, peralatan listrik, dan berbagai peralatan rumah tangga lain yang berpotensi memicu Kebakaran Palu.

“Orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya dalam penggunaan korek api, kompor, alat-alat listrik, dan berbagai peralatan rumah tangga lainnya yang berpotensi menimbulkan kebakaran apabila digunakan tanpa pengawasan,” jelas Nurhalis.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Palu juga diminta untuk memperketat pengelolaan dan penanganan sampah. Sampah yang menumpuk, terutama dalam kondisi kering, dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya Kebakaran Palu.

Oleh karena itu, Nurhalis menekankan bahwa pencegahan Kebakaran Palu bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dan partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mengurangi potensi Kebakaran Palu.

“Dengan kesiapsiagaan, edukasi, pengawasan, serta pengelolaan lingkungan yang baik, kita dapat bersama-sama menekan risiko kebakaran di Kota Palu,” pungkasnya.***