BITUNG, HAWA – Peristiwa gempa Bitung Sulawesi Utara berkekuatan magnitudo 5,8 mengguncang wilayah laut pada Jumat (22/05) pukul 08:05 WIB sebagai aktivitas susulan pasca bencana besar April lalu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan episenter gempa berada di koordinat 1,07 LU dan 126,18 BT. Pusat getaran terletak sekitar 124 kilometer tenggara Bitung dengan kedalaman mencapai 26 kilometer.

Berdasarkan hasil analisis pemodelan, otoritas memastikan bahwa getaran tektonik kali ini tidak memicu kenaikan gelombang air laut. Meskipun getaran terasa cukup kuat di beberapa daerah, tidak ada peringatan dini yang dikeluarkan.

“BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami,” kata perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kejadian gempa Bitung Sulawesi Utara ini merupakan rangkaian gempa susulan dari peristiwa magnitudo 7,6 yang melanda pada 2 April 2026. Hingga saat ini, tercatat ada 544 aktivitas seismik serupa yang terjadi di zona tersebut.

“Gempa 22 Mei 2026 ini merupakan gempa susulan (aftershock) dari gempa besar magnitudo 7,6 yang terjadi pada 2 April 2026,” kata petugas BMKG.

Intensitas guncangan gempa Bitung Sulawesi Utara dirasakan pada skala III hingga IV MMI di wilayah Batang Dua. Sedangkan skala II hingga III MMI tercatat di Manado, Sofifi, Halmahera Barat, Tidore, Ternate, dan Minahasa Utara.

“Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan atau korban akibat gempa tersebut,” kata pihak BMKG.

Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi kebenarannya di media sosial. Sejauh ini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat insiden gempa Bitung Sulawesi Utara tersebut.*/LIA