Daily Stream
Dengar Berita
0:00 / 0:00
Logo

BEKASI, HAWA – Kecelakaan hebat berupa tabrakan kereta di Bekasi Timur melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line pada Senin 27/04 pukul 20.55 WIB. Insiden maut di emplasemen Stasiun Bekasi Timur ini mengakibatkan 7 orang meninggal dunia dan 81 penumpang lainnya mengalami luka-luka hingga Selasa 28/04 dini hari.

Peristiwa ini bermula saat KRL relasi Kampung Bandan menuju Cikarang berhenti mendadak setelah menabrak satu unit taksi listrik yang mogok di perlintasan. Tak lama berselang, KA Argo Bromo Anggrek 4 jurusan Gambir menuju Surabaya Pasarturi melintas dan tidak sempat melakukan pengereman hingga menabrak rangkaian KRL dari belakang.

Proses evakuasi yang dilakukan oleh tim gabungan Basarnas bersama tim medis berlangsung cukup dramatis selama 8 jam karena terdapat penumpang yang terjepit material gerbong. Dampak dari tabrakan kereta di Bekasi Timur ini menyebabkan jalur rel arah timur Jakarta lumpuh total sehingga operasional kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen terganggu.

“Saya meng-update jumlah korban yang terjadi pada kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia 7 orang dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang. Yang masih terperangkap itu sekitar 3 orang. Evakuasi terus terang cukup lama, selama 8 jam, dan kita lakukan hati-hati sekali,” kata Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT KAI.

Seluruh korban luka saat ini telah dievakuasi ke beberapa rumah sakit rujukan seperti RSUD Bekasi, RS Primaya, hingga RS Mitra Keluarga. PT KAI juga telah membuka posko informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu pihak keluarga yang mencari anggota kerabatnya.

“KA menegaskan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan perusahaan,” kata Anne Purba, VP Corporate Communication PT KAI.

Investigasi mendalam saat ini tengah dilakukan oleh pihak kepolisian dan Kementerian Perhubungan untuk memastikan penyebab teknis tabrakan kereta di Bekasi Timur tersebut. Perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas gangguan jadwal perjalanan dan duka cita mendalam bagi keluarga korban yang ditinggalkan.*/LIA