JAKARTA, HAWA – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti prosesi pengukuhan 76 putra-putri terbaik bangsa sebagai anggota Paskibraka Nasional 2026 di Istana Negara, Jakarta, pada Sabtu, 15/08. Di balik kemegahan momen tersebut, tersimpan beragam cerita perjuangan yang mengantarkan para anggota Paskibraka Nasional 2026 ini hingga berhasil terpilih untuk mengemban tugas mengibarkan Sang Merah Putih di Istana Merdeka.
Muhammad Furqoen Hakim, perwakilan dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengungkapkan bahwa proses yang dilaluinya hingga terpilih menjadi anggota Paskibraka Nasional 2026 tidaklah mudah. Furqoen menuturkan, dirinya harus melalui rangkaian proses seleksi yang panjang, mulai dari tingkat sekolah hingga tingkat pusat. Proses seleksi yang ketat ini menjadi cerminan dedikasi para calon Paskibraka Nasional 2026.
“Prosesnya banyak banget, Kak. Yang pertama itu dari proses seleksi sekolah, seleksi Kabupaten, provinsi, dan juga verifikasi tingkat pusat kemarin,” kata Muhammad Furqoen Hakim, perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Perjuangan menjadi anggota Paskibraka Nasional 2026 tidak hanya melalui proses seleksi dan latihan yang panjang, tetapi juga menuntut keberanian untuk melawan keraguan terhadap diri sendiri. Angelica Theona Putri, perwakilan dari Jawa Timur, menceritakan bahwa membangun rasa percaya diri menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapinya sebagai calon Paskibraka Nasional 2026.
“Saya sendiri kurang percaya diri, udah minder duluan ngelihat teman yang lebih baik dari saya, saya kayak ah pasti gak bisa, ternyata bisa ngelawan ketidakpercayaan diri itu, berhasil kak,” kata Angelica Theona Putri, perwakilan Jawa Timur.
Hal serupa juga dirasakan Gladys Manuella Aibekob, perwakilan dari Papua Tengah. Dengan terus berusaha, dirinya mampu melawan rasa ragu hingga akhirnya terpilih untuk mewakili daerahnya sebagai anggota Paskibraka Nasional 2026. Ini menunjukkan mental kuat yang dimiliki para anggota Paskibraka Nasional 2026.
“Awalnya saya ragu, namun saya terus berusaha dan mencoba untuk hilangkan rasa ragu itu,” kata Gladys Manuella Aibekob, perwakilan Papua Tengah.
Perjuangan panjang tersebut berbuah kebanggaan, tidak hanya bagi para anggota Paskibraka Nasional 2026, tetapi juga bagi daerah yang mereka wakili. Julita Rita Lestari, perwakilan dari Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mengungkapkan kebahagiaannya karena berhasil membawa nama daerahnya hingga ke tingkat nasional sebagai bagian dari Paskibraka Nasional 2026.
“Saya juga bangga, kenapa? Karena akhirnya setelah 15 tahun Kabupaten Kutai Kartanegara tidak mengirimkan untuk ke tingkat pusat, akhirnya setelah dari 26 ini saya bisa terpilih, puji Tuhan sekali Kak,” ungkap Julita Rita Lestari, perwakilan Kutai Kartanegara.
Perjuangan para Paskibraka Nasional 2026 yang telah dikukuhkan tersebut masih berlanjut. Setelah melalui proses seleksi dan latihan, mereka kini bersiap melaksanakan tugas pada upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Gladys menuturkan, menjelang pelaksanaan tugas tersebut, dirinya berusaha menjaga kondisi fisik agar tetap prima.
“Saya mulai jaga makan kak, supaya kesehatan saya tetap terjaga. Terus saya menyiapkan perlengkapan-perlengkapan saya agar tampil rapi dan baik,” kata Gladys Manuella Aibekob.
Hal serupa dilakukan Ismi Ulfaida, perwakilan Sulawesi Barat yang merupakan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar. Ia juga berupaya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh hingga hari pelaksanaan tugas tiba. “Tetap fokus latihan, menjaga kesehatan, tidur teratur,” pungkas Ismi Ulfaida, perwakilan Sulawesi Barat.*/LIA