BANGGAI, HAWA – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., meresmikan pembangunan Jembatan Berani di Desa Masungkang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, pada Rabu (30/9). Peresmian ini menandai komitmen pemerintah daerah dalam memperlancar akses pendidikan dan mobilitas masyarakat setempat, menegaskan bahwa Jembatan Berani menjadi kunci utama untuk masa depan yang lebih baik.

Gubernur Anwar Hafid menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Berani ini bukan hanya sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai sarana penting agar anak-anak di Desa Masungkang dapat mengakses pendidikan dengan aman dan lancar. Kondisi jembatan sebelumnya yang darurat seringkali menyulitkan siswa menyeberangi sungai, menghambat proses belajar-mengajar. Dengan hadirnya Jembatan Berani, hambatan tersebut diharapkan dapat teratasi, membuka peluang pendidikan yang lebih luas.

“Kalau anak sekolah terganggu, apapun akan saya lakukan. Karena bagi saya, untuk mengubah masyarakat Sulawesi Tengah, kuncinya cuma satu: sekolah,” kata Anwar Hafid, menegaskan prioritas pendidikan dalam setiap kebijakannya.

Jembatan Berani ini dibangun dalam waktu sekitar 10 bulan dengan dukungan Tim Vertical Rescue Indonesia. Meskipun saat ini masih bersifat darurat, keberadaan Jembatan Berani telah memberikan solusi sementara yang vital bagi mobilitas masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang sebelumnya kesulitan menyeberangi sungai. Gubernur berjanji bahwa jembatan ini akan diperkuat dan diperlebar agar lebih aman untuk digunakan, termasuk mendukung mobilitas kendaraan roda dua.

“Ini akan kita tambah supaya lebih besar dan lebih kuat, sehingga bisa bertahan lebih lama sampai nanti ada jembatan yang permanen,” ujarnya, menunjukkan rencana jangka panjang pemerintah untuk infrastruktur ini.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga berbagi kisah hidupnya yang berasal dari keluarga sederhana, menyoroti betapa pentingnya pendidikan. Ia menjelaskan bahwa kondisi ekonomi orang tuanya yang serba terbatas tidak pernah menghalangi dorongan mereka agar anak-anaknya mendapatkan pendidikan. Pengalaman ini menginspirasi komitmennya untuk memastikan semua anak di Sulawesi Tengah memiliki kesempatan yang sama.

“Jangan lihat saya sekarang jadi gubernur. Orang tua saya dulu susah. Tetapi orang tua saya selalu mengatakan, biar saya susah, jadi buruh, jadi petani, jadi apa saja, yang penting anak saya sekolah,” tutur Gubernur Anwar Hafid.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui program Berani Cerdas berkomitmen untuk memperluas akses pendidikan. Gubernur mendorong masyarakat untuk mendaftarkan anak-anak mereka yang berkuliah di luar daerah agar dapat didata dan memperoleh dukungan dari program tersebut. Inisiatif ini menunjukkan upaya serius pemerintah dalam mendukung pendidikan tinggi bagi generasi muda, sekaligus memperkuat peran Jembatan Berani sebagai simbol akses.

“Kalau ada anak-anak yang kuliah di mana saja, di Jawa, Bali, atau di tempat lain, tolong sampaikan kepada kami. Kita data agar bisa mendapatkan Berani Cerdas,” jelasnya.

Selain memberikan dampak langsung pada akses pendidikan, Jembatan Berani juga diharapkan meningkatkan mobilitas masyarakat Desa Masungkang dan wilayah sekitarnya. Jembatan ini berfungsi sebagai penghubung aktivitas sosial dan ekonomi, serta membuka akses terhadap berbagai pelayanan dasar yang dibutuhkan masyarakat. Peresmian Jembatan Berani ini diharapkan membawa perubahan positif yang signifikan.

“Jembatan bukan sekadar bentangan konstruksi. Jembatan adalah penghubung aktivitas masyarakat, penggerak perekonomian, sekaligus pembuka akses terhadap berbagai pelayanan dasar,” jelas Gubernur.

Usai peresmian, Gubernur berdialog langsung dengan masyarakat Desa Masungkang untuk mendengarkan keluhan, kebutuhan, dan harapan mereka terhadap dukungan pemerintah. Kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan paket sembako sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Turut mendampingi Gubernur adalah Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Sry Nirwanti Bahasoan, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Ir. H. Moh. Ramli Tongko, S.Sos., S.T., M.Si., beserta unsur Forkopimda dan kepala perangkat daerah terkait.AWA