JAKARTA, HAWA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan bahwa jaringan telekomunikasi NTT mengalami gangguan pasca-gempa bumi magnitudo 7 yang mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Komdigi bersama operator seluler terus memantau dan berupaya memulihkan layanan di wilayah terdampak. Gangguan ini meliputi layanan dari Telkomsel, Indosat, dan XLSmart.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan operator seluler untuk memastikan pemulihan jaringan telekomunikasi NTT. Pemantauan dilakukan secara intensif melalui dashboard monitoring operator.
Hingga Sabtu (15/8) pukul 07.00 WIB, sebanyak 200 site atau BTS teridentifikasi mengalami gangguan. BTS-BTS ini tersebar di 10 kabupaten dan kota di NTT. Komdigi menekankan pentingnya keselamatan petugas dan akses publik terhadap telekomunikasi.
“Sebanyak 16,35 persen BTS di wilayah yang teridentifikasi terdampak mengalami gangguan. Komdigi terus memantau kondisi jaringan dan berkoordinasi langsung dengan operator seluler untuk memastikan gangguan dapat segera ditangani,” kata Wayan Toni Supriyanto.
Dari pemantauan sementara, ketiga operator seluler utama mengalami dampak pada jaringannya. Telkomsel mengalami gangguan BTS akibat terganggunya pasokan listrik, sementara XLSmart melaporkan gangguan layanan terutama di area dekat pusat gempa. Indosat juga terus memantau secara intensif melalui tim teknisnya untuk memastikan jaringan telekomunikasi NTT dapat segera berfungsi normal.
Selain masalah pasokan listrik, gangguan pada jaringan transmisi juga menjadi penyebab masalah ini. Berikut rincian dampak pada jaringan telekomunikasi NTT di beberapa kabupaten:
- Kabupaten Sikka: 51 site/BTS terdampak dari 192 BTS eksisting (26,56%)
- Kabupaten Ende: 31 site/BTS terdampak dari 118 BTS eksisting (26,27%)
- Kabupaten Flores Timur: 26 site/BTS terdampak dari 161 BTS eksisting (16,15%)
- Kabupaten Manggarai: 22 site/BTS terdampak dari 150 BTS eksisting (14,67%)
- Kabupaten Manggarai Barat: 17 site/BTS terdampak dari 141 BTS eksisting (12,06%)
- Kabupaten Manggarai Timur: 16 site/BTS terdampak dari 80 BTS eksisting (20,00%)
- Kabupaten Ngada: 13 site/BTS terdampak dari 101 BTS eksisting (12,87%)
- Kabupaten Nagekeo: 11 site/BTS terdampak dari 73 BTS eksisting (15,07%)
- Kabupaten Lembata: 10 site/BTS terdampak dari 73 BTS eksisting (13,70%)
- Kabupaten Timor Tengah Utara: 3 site/BTS terdampak dari 134 BTS eksisting (2,24%)
Kabupaten Sikka menjadi wilayah dengan jumlah BTS terdampak paling banyak, yaitu 51 site. Komdigi melalui Tim Pemantauan Telekomunikasi (PMT) terus memperbarui kondisi jaringan telekomunikasi NTT. Pemantauan ini dilakukan bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, dan penyelenggara telekomunikasi. Tim Kominfo akan terus mengawasi pemulihan ini.
“Kondisi jaringan sangat dinamis setelah terjadi bencana. Karena itu, data terus kami perbarui berdasarkan laporan operator dan hasil pemantauan di lapangan. Begitu kondisi memungkinkan, penanganan teknis akan dilakukan pada site yang mengalami gangguan,” ujar Wayan.
Komdigi mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap mengutamakan keselamatan. Masyarakat juga diminta untuk mengikuti informasi dan arahan resmi dari BMKG, pemerintah daerah, serta lembaga penanganan bencana. Perkembangan kondisi jaringan telekomunikasi NTT dan proses pemulihan layanan akan terus dilaporkan secara berkala sesuai situasi di lapangan.