PALU, HAWABank Indonesia bersama pemerintah daerah terus menggalakkan pembayaran digital Sulawesi Tengah sebagai fondasi utama percepatan ekonomi. Sistem pembayaran digital dinilai krusial untuk mendorong pertumbuhan yang lebih cepat, mudah, dan aman, memberikan dampak positif signifikan bagi masyarakat dan pelaku usaha di wilayah ini.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., menegaskan pentingnya inisiatif ini. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Bank Indonesia Posalia Sulteng Digifest yang bertema “Akselerasi Ekonomi Daerah dan Digitalisasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan” di Palu Grand Mall pada Selasa, 11 Agustus.

“Saya sangat mengapresiasi digitalisasi sistem pembayaran, termasuk perluasan penggunaan pembayaran digital di Sulawesi Tengah dan di dunia usaha,” kata Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido.

Menurutnya, transaksi digital menawarkan kemudahan bagi masyarakat dan secara langsung mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Kecepatan, kemudahan, keamanan, dan efisiensi menjadi karakteristik utama pembayaran digital Sulawesi Tengah.

Digitalisasi juga membawa manfaat besar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui sistem pembayaran digital Sulawesi Tengah, pelaku UMKM dapat mengelola catatan transaksi dengan lebih rapi, memperluas jangkauan pasar, dan membuka akses ke layanan keuangan yang lebih luas.

Oleh karena itu, Wakil Gubernur mengajak para pelaku usaha di Sulawesi Tengah untuk terus meningkatkan literasi teknologi. Pemanfaatan layanan keuangan digital diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi.

“Kita ingin membangun ekonomi digital yang cepat, tetapi aman, dan modern,” tegasnya.

Kegiatan Posalia Sulteng Digifest diharapkan tidak hanya menjadi ajang pengenalan teknologi pembayaran digital Sulawesi Tengah. Lebih dari itu, acara ini diharapkan memicu inovasi, membangun jejaring, dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Anggota Komisi XI DPR RI Muhidin Mohamad Said, Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan, Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman, dan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Prov Sulteng Muhamad Irfan Sukarna.***