PALU, HAWA – Dua warga, Fahry (25) dan Fatir (15), menjadi korban kecelakaan akibat terlilit kabel internet semrawut yang melintang di Jalan Tanggul Selatan, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu pada Senin, 10/08. PT Telkom memastikan bahwa kabel yang nyaris merenggut nyawa Fahry tersebut merupakan jaringan IndiHome milik mereka.

Fahry, yang saat itu mengendarai sepeda motor, mengalami luka serius di leher setelah kabel menjeratnya. Dalam upaya menghindari jeratan kabel internet semrawut yang membahayakan, Fahry terlempar dari kendaraannya, menyebabkan cedera pada kakinya. Sementara itu, Fatir yang turut dalam perjalanan hanya mengalami luka lecet pada bagian dagu.

Dimas Pratama, ayah Fatir dan ipar Fahry, menceritakan bahwa insiden kabel internet semrawut itu terjadi saat Fahry hendak menjemput Fatir pulang dari SMPN 6 Palu.

“Yang parah itu Fahry karena dia yang terlilit kabel di lehernya. Menghindari jeratan kabel, Fahry meloncat hingga terlempar. Kakinya juga mengalami cedera, tetapi yang paling parah bagian lehernya. Kalau anak saya cuma dagunya yang lecet,” kata Dimas kepada media ini, Rabu, 12/08.

Dimas menegaskan bahwa kecelakaan akibat kabel internet semrawut ini benar-benar terjadi dan bukan cerita karangan. Ia siap menjadi saksi jika ada pihak yang meragukan insiden tersebut.

“Kalau dikatakan tidak ada kejadian di Tanggul Selatan akibat terlilit kabel, saya siap menjadi saksi. Tidak mungkin saya mengaku-ngaku kalau ipar saya menjadi korban jeratan kabel internet. Tidak ada juga orang yang mau celaka,” tegasnya.

Merespons insiden kabel internet semrawut ini, Dimas meminta PT Telkom untuk lebih rutin melakukan pengawasan terhadap jaringan kabel yang terpasang di lapangan. Ia menekankan pentingnya perhatian terhadap kabel yang berada di sepanjang badan jalan, karena berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Saya minta kepada pihak PT Telkom agar sering melakukan pengawasan di lapangan terkait ketertiban kabel internetnya. Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban,” ujarnya.

Dimas juga berharap persoalan kabel semrawut ini tidak hanya menjadi perhatian PT Telkom, tetapi juga seluruh perusahaan penyedia layanan internet dan telekomunikasi seperti XL, Indosat, dan MyRepublic.

Sebelumnya, Manager Share Service & General Support PT Telkom Palu, David Victor, menyatakan akan melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kepemilikan kabel tersebut. Hal ini dikarenakan banyaknya kabel milik sejumlah provider yang terpasang pada tiang jaringan yang sama.

“Nanti saya perintahkan tim saya ke lapangan untuk mengecek kabel tersebut,” ujar David.

Setelah pengecekan di lapangan, perwakilan Telkom Akses, Arie, memastikan bahwa kabel yang menyebabkan kecelakaan itu memang milik Telkom. Ia menduga kabel tersebut jatuh setelah tertabrak mobil box.

“Kenapa kabelnya bisa turun hingga mengenai pengendara, mungkin ada mobil box yang lewat dan menabrak kabel tersebut hingga jatuh. Kami sudah menemukan ada kabel yang terpotong dan dibuang di tempat sampah. Memang kabel IndiHome milik Telkom,” kata Arie.

Atas kejadian ini, pihak Telkom menyatakan akan bertanggung jawab dengan mendatangi kediaman korban untuk menyampaikan permohonan maaf serta tindak lanjut lainnya.***