Daily Stream
Dengar Berita
0:00 / 0:00
Logo

BANDARLAMPUNG, HAWA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 5 Agustus 2026. Langkah awal yang diambil organisasi adalah dengan membentuk panitia kecil untuk merampungkan teknis kepengurusan acara tertinggi tersebut.

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyatakan bahwa proses persiapan saat ini sudah memasuki tahap krusial untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib. Panitia kecil tersebut akan fokus pada penyusunan struktur kepanitiaan lengkap serta koordinasi administratif antarwilayah.

“Persiapan menuju Muktamar NU ke-35 terus berjalan dan kini memasuki tahap pematangan,” kata Saifullah Yusuf, Sekretaris Jenderal PBNU dan Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU.

Selain membentuk panitia pelaksana, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama juga telah menunjuk tim panel khusus yang diketuai oleh Muhammad Nuh. Tim ini bertugas melakukan verifikasi serta validasi terhadap Surat Keputusan (SK) kepengurusan di tingkat wilayah dan cabang di seluruh Indonesia.

“Persiapan terus berjalan. Panitia kecil sudah dibentuk dan sedang menuntaskan susunan kepanitiaan yang diperlukan untuk pelaksanaan Muktamar,” kata Saifullah Yusuf, Sekretaris Jenderal PBNU dan Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU.

Hingga pernyataan resmi dikeluarkan pada 26/04, PBNU masih membahas beberapa opsi lokasi strategis untuk Muktamar NU ke-35, mulai dari Surabaya, Jakarta, hingga Sumatera Barat. Keputusan final mengenai lokasi akan diambil setelah melakukan konsultasi mendalam dengan pimpinan tertinggi atau Rais Aam.

“Insya Allah muktamar akan dilaksanakan pada 1 hingga 5 Agustus, sementara lokasi masih dalam pembahasan dan akan dikonsultasikan lebih lanjut oleh pimpinan,” kata Saifullah Yusuf, Sekretaris Jenderal PBNU dan Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU.

Ketua PBNU Bidang Pendidikan dan Hukum, Moh Mukri, menambahkan bahwa tim panel juga melakukan penelaahan terhadap dinamika internal organisasi. Hal ini bertujuan untuk menyelaraskan keputusan-keputusan sebelumnya agar forum tertinggi NU nanti melahirkan program strategis yang solid bagi masa depan umat.

“Tim panel juga melakukan verifikasi serta penelaahan terhadap dinamika internal organisasi. Termasuk penyelarasan keputusan-keputusan sebelumnya agar seluruh proses berjalan kondusif,” kata Moh Mukri, Ketua PBNU Bidang Pendidikan dan Hukum.*/LIA