PALU, HAWA – Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, atau akrab disapa Bunda Wiwik, menghadiri pelaksanaan Salat Istisqa yang digelar oleh Yayasan Pendidikan Al-Fahmi Palu pada Jumat, 04/09, di halaman Sekolah Islam Terpadu Al Fahmi Palu. Kegiatan ini menjadi ikhtiar keagamaan dalam memohon turunnya hujan di tengah kekeringan yang melanda.

Salat Istisqa dimulai pukul 07.00 WITA dan diikuti dengan khusyuk oleh Bunda Wiwik bersama peserta dan masyarakat yang hadir. Kegiatan ini mengusung tema “Meninggalkan Dosa-Dosa Ekologi,” yang mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai wujud tanggung jawab kepada Allah SWT.

Selain Bunda Wiwik, acara Salat Istisqa ini juga dihadiri oleh Ustadz Drs. H. Mahmud Yunus Rahman, M.Pd. sebagai khatib dan Ustadz Aswandi, S.Pd., M.Pd. sebagai imam. Seluruh hadirin memanjatkan doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala kekhilafan serta memohon rahmat agar hujan segera turun.

Pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan menjadi sorotan utama dalam kegiatan Salat Istisqa ini. Kerusakan lingkungan, pencemaran, serta berbagai perilaku manusia yang mengganggu keseimbangan alam menjadi refleksi bersama untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam. Penggalangan infak juga dilakukan untuk disalurkan ke wilayah yang terdampak kabut asap dan kekeringan.

Menurut Bunda Wiwik, melalui kegiatan Salat Istisqa, masyarakat tidak hanya diajak untuk berdoa memohon turunnya hujan, tetapi juga melakukan introspeksi diri dan membangun kesadaran kolektif untuk menjaga bumi. Menjaga bumi merupakan tanggung jawab bersama, karena kerusakan lingkungan pada akhirnya akan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan manusia.

Sementara itu, dalam khutbahnya, Mahmud Yunus Rahman, Ketua Yayasan Pendidikan Al-Fahmi, menegaskan bahwa kemarau panjang memiliki banyak penyebab, termasuk efek dari badai El Nino. Namun, ia menekankan bahwa ada hal yang lebih penting untuk direnungkan.

Ia mengutip QS Ar Rum, ayat 41, yang menegaskan tentang kerusakan di bumi akibat ulah tangan manusia.

“Musim kemarau, juga terjadi karena ulah manusia, yang dengan mudah merusak alam. Juga, yang tidak kalah pentingnya, banyaknya kemaksiatan dan kemungkaran, juga bagian dari terjadinya musim kemarau,” kata Mahmud Yunus.

Oleh karena itu, Mahmud Yunus mengajak seluruh civitas akademika Yayasan Pendidikan Al Fahmi untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT, agar kemarau panjang ini bisa segera berakhir. Suasana khusyuk sangat terasa selama Salat Istisqa, bahkan beberapa guru dan siswa meneteskan air mata saat momen doa bersama usai salat.