BOGOR, HAWA – Inisiatif “Sekolah: Mitra Menuju Masa Depan” (PASCH) Goethe-Institut Indonesien dan 29 sekolah di Indonesia telah menyepakati perpanjangan kemitraan bahasa Jerman melalui penandatanganan nota kesepahaman terbaru. Acara ini berlangsung pada Kamis, 6 Agustus 2026, di ibis Styles Bogor Raya, menegaskan kembali komitmen memajukan pengajaran bahasa Jerman dan mempererat hubungan budaya.

Perpanjangan kemitraan bahasa Jerman ini ditandatangani oleh Wakil Direktur Goethe-Institut Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru Ulrike Drissner, bersama para Kepala Sekolah dari 29 sekolah mitra PASCH. Penandatanganan dilakukan di sela-sela kegiatan Perkemahan Remaja (Schülercamp) PASCH, disaksikan oleh Kepala Bagian Kebudayaan dan Informasi Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Jakarta, Nina Helbach, serta 58 pelajar dan 29 koordinator PASCH.

Sekolah mitra PASCH tersebar di berbagai kota di Indonesia, mencakup Jakarta, Tangerang Selatan, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Sorong dan Banda Aceh. Jangkauan luas ini menunjukkan komitmen terhadap pengembangan kemitraan bahasa Jerman di seluruh pelosok negeri.

“Melalui inisiatif PASCH, kami membangun jembatan antara Jerman dan Indonesia dengan berinvestasi pada generasi muda serta memperkuat hubungan bilateral melalui bahasa dan nilai-nilai yang dianut bersama,” kata Nina Helbach, menegaskan pentingnya kemitraan bahasa Jerman ini untuk mempererat hubungan kedua negara.

“MoU ini menegaskan komitmen kuat Jerman dan Indonesia untuk terus mendorong kerja sama di bidang pendidikan dan pertukaran budaya,” tambah Helbach.

Ulrike Drissner menambahkan bahwa pembaruan kemitraan bahasa Jerman ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud komitmen terhadap kerja sama yang telah dibangun. Tujuannya adalah memperkuat pembelajaran bahasa Jerman, pertukaran lintas budaya, dan menyediakan berbagai peluang pendidikan yang komprehensif.

Melalui perpanjangan nota kesepahaman ini, PASCH dan Goethe-Institut Indonesien berkomitmen menyediakan beragam layanan. Layanan tersebut meliputi konsultasi bagi kepala sekolah untuk peningkatan pengajaran bahasa Jerman, dukungan dalam penyusunan kurikulum, serta panduan mengenai metodologi dan didaktik pengajaran bahasa Jerman.

Selain itu, program kemitraan bahasa Jerman ini juga akan membantu menyediakan materi belajar-mengajar terkini bagi pengajar dan pembelajar bahasa Jerman. Peningkatan kualifikasi guru bahasa Jerman juga menjadi fokus, termasuk pemberian beasiswa bagi guru berprestasi dan siswa untuk mengikuti pelatihan, kursus bahasa, atau acara lain di Indonesia maupun Jerman.

Dalam kerangka kerja sama ini, sekolah mitra PASCH juga berkesempatan mengikuti ujian berstandar internasional dari Goethe-Institut dan memperoleh dukungan untuk membangun komunikasi dengan Sekolah Mitra Jerman. Ini menjadi nilai tambah signifikan dari kemitraan bahasa Jerman tersebut.

Perkemahan Remaja (Schülercamp) PASCH telah mempertemukan 58 siswa dari sekolah mitra di Bogor pada 3-6 Agustus 2026. Dengan tema “Pangan, Konsumsi, dan Tanggung Jawab,” para pelajar mengikuti beragam kegiatan, lokakarya, dan pembelajaran bahasa Jerman, termasuk pembahasan isu ekonomi sirkular dan pencegahan masalah iklim. Salah satu kegiatan lokakarya dilakukan di IPB University.

Selama lokakarya bersama Veritas Edukasi Lingkungan, yang dipimpin oleh Benedict Wermter, para siswa turut serta dalam aksi bersih-bersih di Alun-Alun Kota Bogor. Pada kesempatan yang sama, 29 koordinator PASCH juga memperdalam pengetahuan mengenai tema keberlanjutan dalam pembelajaran bahasa Jerman serta pengenalan budaya negara-negara berbahasa Jerman.

PASCH merupakan prakarsa dari Kementerian Luar Negeri Jerman, bekerja sama dengan Badan Pusat Pendidikan Luar Negeri (ZfA), Goethe-Institut, Dinas Pertukaran Akademis Jerman (DAAD), dan Dinas Pertukaran Pedagogis (PAD) dari Sekretariat Konferensi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Federal Jerman.*/LIA