JAKARTA, HAWA – Masyarakat Indonesia akan segera menyaksikan fenomena astronomi langka Strawberry Moon 2026 yang dijadwalkan mencapai puncaknya pada 30/06 mendatang. Peristiwa alam ini merupakan fase bulan purnama penuh yang terjadi saat posisi bulan berada tepat di seberang matahari. Kehadiran fenomena ini selalu dinantikan oleh para pecinta langit di seluruh tanah air.

Fenomena Strawberry Moon 2026 ini bukan berarti bulan akan berubah warna menjadi merah muda menyerupai buah stroberi secara fisik. Penamaan unik tersebut berasal dari tradisi kuno penduduk asli Amerika Utara untuk menandai musim panen buah stroberi liar di wilayah mereka. Cahaya bulan biasanya tetap berwarna kuning keemasan atau putih terang seperti purnama pada umumnya.

Pengamatan bulan purnama ini dapat dilakukan secara langsung dengan mata telanjang selama kondisi cuaca cerah dan tidak mendung. Menurut data resmi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, puncak fase purnama ini dapat disaksikan dari berbagai wilayah Indonesia sejak matahari terbenam. Lokasi yang minim polusi cahaya akan memberikan pengalaman visual yang lebih dramatis bagi pengamat.

“Fenomena ini terjadi secara periodik setiap tahun pada bulan Juni sebagai bagian dari siklus alami orbit bulan mengelilingi bumi,” kata Thomas Djamaluddin, Peneliti Senior Astronomi.

Bagi masyarakat yang ingin mengabadikan momen Strawberry Moon 2026, penggunaan kamera DSLR atau kamera ponsel dengan mode malam sangat disarankan. Penggunaan tripod akan sangat membantu untuk menjaga kestabilan gambar saat memotret objek langit yang sangat terang. Pastikan untuk memantau prakiraan cuaca setempat sebelum melakukan pengamatan di area terbuka agar pandangan tidak terhalang awan.