JAKARTA, HAWA – Sekretaris Jenderal Partai Buruh Ferri Nuzarli resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat, 26/06. Langkah strategis Sekjen Partai Buruh mundur ini diikuti oleh penarikan dukungan dari Organisasi Rakyat Indonesia atau ORI yang memiliki basis massa besar.
Keputusan ini diumumkan secara langsung dalam konferensi pers yang berlangsung di Hotel Ambhara, Jakarta. Mundurnya ORI dianggap sebagai guncangan hebat bagi internal partai karena organisasi ini merupakan salah satu dari 11 inisiator awal. Dengan keluarnya ORI, partai pimpinan Said Iqbal tersebut diperkirakan kehilangan hampir separuh kekuatan basis massanya.
Ferri menjelaskan bahwa pengunduran diri tersebut mencakup seluruh perangkat organisasi dari tingkat pusat hingga kecamatan. ORI sendiri merupakan sayap politik dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia atau KSPSI yang dipimpin oleh Andi Gani Nena Wea. Integrasi ORI ke dalam partai telah dimulai sejak Kongres I pada Oktober 2021 silam.
“Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, Organisasi Rakyat Indonesia atau ORI mulai dari perangkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan atau distrik yang beranggotakan 1.300.000 orang memutuskan mulai hari ini, Jumat, 26 Juni 2026, mengundurkan diri sebagai salah satu organisasi inisiator Partai Buruh,” kata Ferri Nuzarli, Sekjen Partai Buruh.
Alasan utama di balik perpecahan ini adalah adanya perbedaan pandangan dan arah perjuangan yang semakin tajam. Ferri menilai bahwa kebijakan yang diambil oleh Partai Buruh saat ini sudah tidak sejalan lagi dengan prinsip dasar ORI. Evaluasi mendalam telah dilakukan sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk hengkang secara permanen.
“Setelah melalui berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami menilai bahwa terdapat perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar antara organisasi kami dengan kebijakan dan langkah-langkah yang ditempuh Partai Buruh saat ini,” kata Ferri Nuzarli, Sekjen Partai Buruh.
Meskipun terjadi perpisahan, Ferri menekankan bahwa proses pengunduran diri dilakukan dengan cara yang baik. Ia memastikan hubungan persaudaraan antar kader akan tetap terjaga di luar struktur politik formal. Keputusan ini menjadi tantangan berat bagi eksistensi partai dalam menghadapi peta politik nasional di masa mendatang.
“Kami juga mendoakan seluruh jajaran Partai Buruh sukses dalam perjuangannya membela buruh dan rakyat Indonesia,” kata Ferri Nuzarli, Sekjen Partai Buruh.LIA