JAKARTA, HAWA – Pemerintah memberikan jaminan penuh bahwa harga BBM dan bahan pokok akan tetap stabil serta terjangkau bagi masyarakat menjelang hari raya Lebaran 2026. Kepastian ini didukung melalui peluncuran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras serta percepatan pencairan bantuan sosial (bansos). Langkah strategis tersebut diambil untuk menjaga daya beli sekaligus menekan angka inflasi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan stok pangan nasional dalam kondisi aman setelah melakukan pemantauan di berbagai daerah. Koordinasi antara pusat dan daerah terus diperkuat melalui Gerakan Pangan Murah guna menekan laju inflasi beras yang tercatat rendah pada awal tahun. Pemerintah menargetkan distribusi 828 ribu ton cadangan beras pemerintah untuk menjaga harga BBM dan bahan pokok di pasar.

“Alhamdulillah, Natal dan tahun baru kemarin stok terjamin, harga stabil. Saya sudah keliling dari Sumatera sampai Jawa bersama Menteri Perdagangan,” kata Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Untuk sektor energi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengonfirmasi harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter meski harga minyak dunia mengalami fluktuasi. Stok bahan bakar minyak dilaporkan mencukupi untuk kebutuhan 21 hingga 25 hari ke depan selama masa mudik. Kementerian ESDM memastikan selisih harga akibat kenaikan pasar global akan ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan hari raya tidak ada kenaikan apa-apa. Kami sudah melakukan rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN), dan kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM kita untuk menjelang lebaran,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sejalan dengan itu, Kementerian Sosial mulai mencairkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap pertama mulai 02/03. Penyaluran dana sebesar Rp600.000 per keluarga penerima manfaat ini bertujuan menjaga daya beli warga menengah ke bawah. Upaya ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menjaga stabilitas harga BBM dan bahan pokok di tingkat konsumen.

“Sekarang sudah proses penyaluran. Nah, nanti pada bulan April dievaluasi. Ada perubahan daftar, karena dinamis dan terus diperbaharui. Ya. Alokasinya tetap sekitar 18 juta KPM,” kata Saifullah Yusuf, Menteri Sosial.

Program SPHP beras 2026 sendiri akan berlangsung hingga akhir tahun dengan alokasi anggaran subsidi mencapai Rp4,97 triliun. Pemerintah optimis langkah ini mampu menjaga angka inflasi tetap terkendali seperti periode Januari dan Februari sebelumnya. Dengan stok yang melimpah, masyarakat dihimbau tidak melakukan aksi borong berlebihan guna menjaga harga BBM dan bahan pokok tetap kondusif.