PALU, HAW.ID – Kegiatan serap aspirasi dan halal bihalal yang dirangkaikan dengan peluncuran Duta Rumah Keluarga Indonesia (RKI) oleh DPW PKS Sulawesi Tengah dimanfaatkan sebagai ajang pemberdayaan pelaku usaha lokal melalui Gebyar UMKM.
Kegiatan yang turut dihadiri Presiden PKS beserta istri tersebut melibatkan 10 pelaku UMKM yang difasilitasi Bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif (Bumkraf) DPW PKS Sulteng.
Ketua Bidang Bumkraf DPW PKS Sulteng, Ardiana, mengatakan keikutsertaan pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut bertujuan membuka akses pasar sekaligus meningkatkan pendapatan mereka.
“Kami mengundang 10 UMKM untuk berpartisipasi dalam gebyar ini, sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sejak stan dibuka pada pagi hingga malam hari, para pelaku usaha mencatat perputaran uang hingga puluhan juta rupiah.
“Berdasarkan laporan pelaku UMKM, rata-rata transaksi mencapai Rp10 jutaan. Ada yang mencatat penjualan lebih dari Rp3 juta, sementara yang terendah sekitar Rp200 ribu,” jelasnya.
Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari makanan olahan, minuman segar, camilan, hingga produk herbal dan suplemen kesehatan. Selain itu, terdapat pula pelaku usaha yang menjual buku.
Menurut Ardiana, para pelaku UMKM menyambut positif kegiatan tersebut. Selain memperoleh keuntungan, mereka juga merasa terbantu karena diberikan ruang untuk memasarkan produk secara langsung kepada masyarakat.
“Secara umum mereka sangat senang. Selain mendapatkan laba, mereka juga berterima kasih karena diberi kesempatan untuk berjualan dalam kegiatan ini,” katanya.
Ia menambahkan, pemberdayaan UMKM merupakan salah satu program yang terus didorong PKS di berbagai tingkatan, mulai dari pusat hingga daerah.
“Setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat luas, kami upayakan selalu ada ruang bagi UMKM. Ini bagian dari komitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” tandasnya.***