JAKARTA, HAWA – Eksekutif Microsoft Asha Sharma resmi menduduki jabatan sebagai CEO Microsoft Gaming yang baru untuk menggantikan Phil Spencer pada Kamis (20/02). Namun, pengumuman pengangkatan pimpinan divisi gim tersebut justru memicu gelombang serangan rasis dari sejumlah pengguna di media sosial X.
Sebagian pengguna X menargetkan etnis India yang Sharma dan CEO Microsoft Satya Nadella miliki. Selain itu, mereka melontarkan tuduhan tidak berdasar mengenai nepotisme dan mengklaim perekrut asal India hanya memihak kandidat dari negara yang sama sambil membuang lamaran warga Amerika Serikat.
“Hanya enam jam setelah pengumuman, ujaran kebencian sudah dimulai murni karena dia orang India,” kata Kendrick, Pengguna X.
Sementara itu, Satya Nadella menunjuk Sharma melalui proses perencanaan suksesi yang matang sejak tahun lalu. Sang CEO Microsoft menilai Sharma memiliki rekam jejak yang sangat kuat dalam membangun dan membesarkan layanan berskala global selama bertugas sebagai Chief Operating Officer di Instacart serta Vice President di Meta.
“Saya sangat bersemangat membagikan kabar bahwa Asha Sharma akan menjadi Executive Vice President dan CEO Microsoft Gaming,” kata Satya Nadella, CEO Microsoft Corporation.
Perubahan struktur kepemimpinan ini terjadi karena Phil Spencer memutuskan pensiun dari Microsoft setelah mengabdi selama tiga puluh delapan tahun. Selanjutnya, Spencer meninggalkan warisan besar bagi divisi yang kini menaungi lebih dari dua puluh ribu karyawan dan puluhan studio pengembang gim ternama.
“Kepada semua orang di divisi gaming, saya ingin mengucapkan terima kasih karena saya telah belajar banyak dari tim serta komunitas ini,” kata Phil Spencer, Mantan CEO Microsoft Gaming.
Sebagai eksekutif baru, Sharma langsung mengirimkan memo internal kepada para karyawan untuk menyelaraskan prioritas utama perusahaan. Asha Sharma menegaskan komitmennya untuk membangun platform yang kuat dan meraih kembali kepercayaan para pemain maupun pengembang gim tanpa membanjiri ekosistem dengan kecerdasan buatan yang buruk.
“Kecerdasan buatan memang sudah lama menjadi bagian dari industri gim, tetapi cerita hebat tetap tercipta oleh manusia,” kata Asha Sharma, Executive Vice President dan CEO Microsoft Gaming.*/LIA