LUMAJANG, HAWA – Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan meletus sebanyak delapan kali bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek, Selasa (17/02). Kolom abu vulkanik teramati membumbung setinggi 800 meter di atas puncak kawah Jonggring Seloko.
Petugas pos pengamatan melaporkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara. Erupsi terakhir pada hari tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 119 detik pada pukul 21.50 WIB.
“Tingkat aktivitas Gunung Semeru masih tetap di level III (Siaga),” kata Sigit Rian Alfian, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, pada Selasa.
Aktivitas vulkanik ini terjadi setelah insiden awan panas guguran sejauh 6.000 meter ke arah tenggara pada Sabtu (14/02). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat dominasi gempa letusan, guguran, dan tremor harmonik sepanjang awal Februari 2026.
“Hasil pemantauan visual dan instrumental pada Sabtu, 14 Februari 2026, teramati dua kali kejadian awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 6.000 meter dari puncak ke arah tenggara,” ujar Lana Saria, Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, pada Selasa.
Pihak berwenang mempertahankan status Siaga Gunung Semeru dan melarang aktivitas warga dalam radius 5 km dari kawah. Selain itu, masyarakat wajib menjauhi sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak karena potensi perluasan awan panas dan lahar.*/LIA