JAKARTA, HAWA – Google kembali menggebrak dunia kecerdasan buatan dengan meluncurkan Gemini 3.1 Pro dalam versi preview pada Kamis (19/2/2026). Peluncuran ini tidak hanya memamerkan kemampuan penalaran AI yang melonjak drastis, tetapi juga diwarnai dengan pengumuman kemitraan strategis bersama Sea Limited untuk mengembangkan agen AI belanja di platform Shopee.

Lonjakan Performa dan Efisiensi Biaya

Model AI terbaru ini mencatatkan skor impresif pada berbagai tolak ukur pengujian. Pada ARC-AGI-2, Gemini 3.1 Pro meraih skor 77,1 persen, yang berarti lebih dari dua kali lipat kemampuan pendahulunya, Gemini 3 Pro, yang hanya mencapai 31,1 persen. Selain itu, model ini juga mengungguli Claude Opus 4.6 dengan selisih 4 poin pada Artificial Analysis Intelligence Index. Google juga berhasil menurunkan tingkat halusinasi hingga 38 percentage points, serta mencetak skor solid di Terminal-Bench Hard (54%), SciCode (59%), dan Humanity’s Last Exam (44,4%).

Menariknya, peningkatan performa ini tidak dibarengi dengan kenaikan harga. Google menetapkan tarif Gemini 3.1 Pro sebesar 2 dolar AS per 1 juta token input dan 12 dolar AS per 1 juta token output. Harga ini jauh lebih terjangkau dibandingkan kompetitor utamanya, Claude Opus 4.6 yang mematok tarif 15 dolar AS dan 75 dolar AS. Saat ini, model tersebut sudah dapat diakses oleh para pengembang melalui Google AI Studio, Vertex AI, dan pengguna konsumen via aplikasi Gemini untuk pelanggan AI Pro/Ultra.

Fokus pada Penalaran Kompleks

CEO Alphabet dan Google, Sundar Pichai, menegaskan bahwa lompatan ini sangat signifikan untuk tugas-tugas rumit. “Gemini 3.1 Pro telah hadir. Mencapai 77,1% pada ARC-AGI-2, ini adalah langkah maju dalam penalaran inti. Dengan baseline yang lebih mumpuni, model ini sangat bagus untuk tugas super kompleks seperti memvisualisasikan konsep yang sulit, menyintesis data ke dalam satu tampilan, atau mewujudkan proyek kreatif,” ujar Pichai dalam acara AI Impact Summit di New Delhi.

Kemitraan Strategis dengan Sea Limited

Selain peluncuran model, Google juga menggandeng Sea Limited—induk perusahaan Shopee, Garena, dan SeaMoney—untuk mengintegrasikan teknologi ini. Fokus utama kerja sama ini adalah membangun prototipe agen AI belanja (agentic shopping prototype) di Shopee. Langkah ini dinilai strategis mengingat Shopee menguasai 52 persen pangsa pasar e-commerce Asia Tenggara pada 2024 dengan Gross Merchandise Value (GMV) mencapai 66,8 miliar dolar AS.

Chairman dan CEO Sea Limited, Forrest Li, menyambut baik kolaborasi ini. “AI adalah revolusi teknologi besar berikutnya, dan kami percaya ini memiliki potensi besar untuk mentransformasi bisnis kami secara positif. Kemitraan dengan Google ini akan mendorong inovasi aplikasi bisnis pada skala besar,” ungkap Li.

Respons pasar terhadap peluncuran Gemini 3.1 Pro dan kemitraan ini pun sangat positif. Saham Alphabet Class C (GOOG) merespons dengan kenaikan, hingga menyentuh angka penutupan 314,90 dolar AS pada perdagangan Jumat (20/2/2026).