PALU, HAWA – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mewajibkan seluruh perangkat daerah menerapkan perencanaan berbasis data secara ketat mulai tahun ini. Langkah ini diambil untuk menghilangkan bias perencanaan dan memastikan program pembangunan sepenuhnya tepat sasaran.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat Penandatanganan Kinerja Seratus Hari Kerja Kepala OPD lingkup provinsi di Halaman Kantor Gubernur, Jumat (20/2). Menurut Anwar, tanpa basis data yang kuat, program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berisiko sekadar tambal sulam dan tidak efektif.
“Kita harus akui perencanaan daerah ini belum sepenuhnya tepat sasaran karena data yang tidak lengkap. Kita tidak pelit mengeluarkan anggaran demi data yang valid dan akurat,” tegas Anwar.
Ia mencontohkan penanganan kemiskinan yang memerlukan detail sasaran spesifik, terlebih Sulawesi Tengah kini merupakan provinsi terluas di Pulau Sulawesi.
Selain pembenahan data, Gubernur menginstruksikan jajarannya untuk berinovasi melalui digitalisasi sistem kerja. Ia menyoroti fasilitas Command Center milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sebagai pusat layanan terintegrasi yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh OPD.
“Ada Command Center kita, layanan data terpusat silakan dipergunakan,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sekprov Novalina serta seluruh pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemprov Sulteng.*/LIA