DENPASAR, HAWA Kasus HIV/AIDS di Bali terus mengalami peningkatan yang signifikan hingga awal tahun 2026. Data terbaru menunjukkan jumlah kumulatif pasien mencapai lebih dari 33 ribu orang, dengan penularan tertinggi terjadi pada kelompok usia produktif dan kalangan remaja.

Pemerintah setempat mencatat ada penambahan sekitar 1.500 pasien baru sepanjang tahun lalu. Dari total kumulatif 33.073 kasus HIV/AIDS di Bali, baru sekitar 14 ribu pasien yang rutin menjalani pengobatan. Sisanya saat ini sedang dilacak secara intensif oleh pihak berwenang agar segera mendapat penanganan medis secara tuntas.

“Di tahun 2025 kami temui 1.500 kasus, tiap tahun ada peningkatan, 33.000 dari 10 tahun lalu, 14.000 sudah kita obati, sisanya kita cari supaya bisa kita obati,” kata I Nyoman Gde Anom, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Kota Denpasar menjadi wilayah penyumbang kasus HIV/AIDS di Bali paling tinggi dengan angka mencapai 17.028 pasien. Berdasarkan laporan terkini, sekitar 71 persen penularan disebabkan oleh kebiasaan hubungan heteroseksual. Kelompok usia 20 hingga 29 tahun terbukti menjadi golongan yang paling rentan terpapar virus mematikan ini.

“Jika usia 20 tahun sudah terdeteksi, artinya mereka sudah terpapar sejak masa remaja. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” kata Arya Wibawa, Wakil Wali Kota Denpasar.

Menyikapi tren kenaikan drastis ini, Dinas Kesehatan Provinsi Bali bersama Tim Penggerak PKK gencar melakukan upaya sosialisasi yang masif. Program edukasi pencegahan penyakit ini kini lebih difokuskan pada lingkungan sekolah dasar hingga menengah. Layanan tes gratis juga disiapkan di 33 unit fasilitas kesehatan di seluruh penjuru daerah.

Sementara itu Kabupaten Buleleng juga mendeteksi ratusan pasien baru pada periode awal tahun hingga akhir tahun lalu. Pemerintah daerah setempat memastikan layanan perawatan akan terus berjalan optimal bagi setiap individu yang baru terdiagnosis positif.

“Puskesmas dan rumah sakit dengan layanan HIV telah disiagakan untuk memastikan akses pelayanan tetap berjalan,” kata dr. Sucipto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.