JAKARTA, HAWA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Waduk Batu Licin di Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin (12/1/2026). Waduk ini menampung 92.000 meter kubik air untuk kendalikan banjir di tengah hujan deras yang sebabkan puluhan titik genangan. Ia tegaskan penanganan banjir harus komprehensif, bukan sporadis.

Hujan deras melanda Jakarta sepanjang Senin pagi hingga sore. Genangan muncul di 29 RT dan 41 ruas jalan dengan ketinggian 20-95 sentimeter di Jakarta Selatan, Utara, dan Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta laporkan luapan Kali Krukut sebagai penyebab utama.

Pemprov DKI Jakarta siagakan 1.200 unit pompa air untuk atasi genangan. Sebanyak 600 pompa portabel dan 600 pompa mobile gerakkan ke titik rawan.

“Kalau melihat curah hujan seperti sekarang, dulu pasti sudah ada genangan di mana-mana. Sekarang ini semuanya kita siagakan,” kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, saat ditemui di Rusunawa Pulo Gebang, Jakarta Timur.

Pramono Anung kunjungi kawasan Ancol, Jakarta Utara, untuk pantau operasi pompa. Personel langsung aktifkan pompa saat permukaan air laut naik. Sementara itu, BPBD koordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk sedot air genangan.

Peresmian Waduk Batu Licin, sebelumnya bernama Waduk Giri Kencana, jadi bagian strategi pengendalian banjir. Waduk ini rampung dibangun pada 15 Desember 2025 dengan kedalaman 6 meter dan luas 4,5 hektare.

“Di awal saya menjadi Gubernur, salah satu perhatian utama adalah banjir. Waduk seperti ini secara langsung mengatasi persoalan genangan air di wilayah padat penduduk,” ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, pada Senin.

Waduk ini hadirkan fasilitas publik gratis bagi masyarakat. Fasilitas mencakup jogging track, lapangan basket, mushala, dan tempat pemancingan. Sejak beroperasi, wilayah sekitar Cilangkap bebas genangan meski hujan deras turun.

Pramono Anung fokuskan strategi banjir pada langkah jangka pendek dan menengah. “Penanganan untuk banjir di Jakarta tidak bisa bersifat sporadis,” kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, saat ditemui wartawan. Solusi jangka panjang butuh waktu dan perencanaan matang.

BPBD prediksi hujan sedang hingga lebat berlanjut hingga 13 Januari 2026. Pemerintah imbau warga pantau informasi resmi dan hindari genangan dalam. Kerja sama lintas dinas pastikan penanganan cepat dan efektif. Penanganan banjir komprehensif ini tingkatkan ketahanan Jakarta hadapi musim hujan.*/LIA