JAKARTA – Ketua DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng), HM Arus Abdul Karim, menyebut pengamanan dalam pelantikan serentak kepala daerah se-Indonesia di Istana Negara, Kamis (20/2), berlangsung sangat ketat.
Arus hadir sebagai saksi dalam pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng terpilih, Anwar Hafid dan Reny Arniwati Lamadjido.
“Proses pengamanannya sangat ketat, bahkan HP dan tas tidak boleh dibawa masuk,” ujar Arus usai acara.
Ia menambahkan, seluruh tamu undangan, termasuk dirinya, harus menitipkan barang bawaan sebelum memasuki area pelantikan.
Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan dihadiri oleh pimpinan lembaga negara, menteri kabinet, serta perwakilan partai politik.
Acara ini menjadi kali pertama Indonesia menyelenggarakan pelantikan kepala daerah secara serentak di Istana Negara.
Arus tiba di kawasan Monas sejak pukul 07.00 WIB, tempat tamu undangan berkumpul sebelum diantar menggunakan bus listrik menuju Istana Negara.
“Semua tamu diarahkan dengan sangat tertib,” katanya.
Pengamanan ketat dilakukan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan pihak protokoler istana.
Masyarakat umum hanya bisa menyaksikan acara melalui layar monitor yang disiapkan di luar area.
Pelantikan gubernur dan wakil gubernur dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden RI (Kepres RI) Nomor 15/P Tahun 2025 dan Nomor 24/P Tahun 2025.
Sementara itu, pelantikan bupati, wakil bupati, walikota, dan wakil walikota dilakukan berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri (Kemendagri).
Arus berharap, kepala daerah yang baru dilantik dapat bekerja maksimal untuk memajukan daerah masing-masing.
“Ini momentum penting untuk membangun kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah,” tutupnya.*/LIA