JAKARTA, HAWA – Raksasa teknologi Google membuat gebrakan besar dengan peluncuran Gemini 3.1 Pro pada Kamis (19/2/2026). Dalam pengumuman yang berlangsung di AI Impact Summit, New Delhi, Google tidak hanya merilis model kecerdasan buatan terbarunya, tetapi juga mengumumkan kemitraan strategis dengan Sea Limited untuk mengembangkan prototipe agen AI belanja di platform e-commerce Shopee.
Kolaborasi Strategis Google dan Sea Limited
Kemitraan ini bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi AI ke dalam seluruh ekosistem Sea Limited, yang mencakup Shopee, Garena, dan SeaMoney. Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan akan membangun agentic shopping prototype atau agen AI belanja yang dirancang untuk mentransformasi pengalaman pengguna di Asia Tenggara. Shopee sendiri saat ini mendominasi 52 persen pangsa pasar e-commerce di kawasan tersebut berdasarkan data Momentum Works, dengan Gross Merchandise Value (GMV) mencapai USD 66,8 miliar pada 2024.
Chairman dan CEO Sea Limited, Forrest Li, menegaskan bahwa AI adalah revolusi teknologi besar berikutnya. “Kemitraan dengan Google mengenai AI ini akan mendorong inovasi dalam aplikasi bisnis teknologi dalam skala besar, dan memungkinkan kami membuat AI lebih mudah diakses oleh pasar yang kurang terlayani secara digital,” ungkap Forrest Li.
Keunggulan Teknis Gemini 3.1 Pro
Dari sisi spesifikasi teknis, kemampuan Gemini 3.1 Pro menunjukkan lompatan yang sangat signifikan. Model ini mencetak skor 77,1 persen pada benchmark ARC-AGI-2, yang berarti lebih dari dua kali lipat dibandingkan pendahulunya, Gemini 3 Pro. Selain itu, model ini berhasil mengungguli pesaingnya, Claude Opus 4.6, dengan selisih 4 poin pada Artificial Analysis Intelligence Index dan mencatatkan penurunan tingkat halusinasi (hallucination rate) hingga 38 percentage points.
CEO Alphabet dan Google, Sundar Pichai, menyoroti peningkatan kemampuan penalaran (reasoning) pada model baru ini. “Gemini 3.1 Pro telah hadir. Dengan baseline yang lebih mumpuni, model ini sangat bagus untuk tugas-tugas super kompleks seperti memvisualisasikan konsep yang sulit, menyintesis data ke dalam satu tampilan, atau mewujudkan proyek kreatif,” jelas Pichai.
Harga Kompetitif dan Respons Pasar
Menariknya, Google mematok harga Gemini 3.1 Pro dengan sangat kompetitif, yakni USD 2 per 1 juta input token dan USD 12 per 1 juta output token, dengan kapasitas konteks hingga 1 juta token. Harga ini jauh lebih terjangkau dibandingkan Claude Opus 4.6 yang mematok tarif USD 15 dan USD 75 untuk metrik yang sama. Saat ini, model tersebut sudah tersedia dalam versi preview bagi pengembang melalui Google AI Studio, Vertex AI, dan bagi konsumen melalui aplikasi Gemini serta NotebookLM untuk pelanggan AI Pro/Ultra.
Peluncuran Gemini 3.1 Pro dan pengumuman kemitraan strategis dengan Sea Limited ini langsung direspons positif oleh pasar saham. Saham Alphabet Class C (GOOG) dilaporkan melonjak 2,1 persen menjadi USD 309,87 pada perdagangan pagi, Jumat (20/2/2026), dan akhirnya ditutup menguat pada level USD 314,90.