JAKARTA, HAWA. Film Pelangi di Mars resmi diperkenalkan sebagai film fiksi ilmiah pertama asal Indonesia yang akan menghiasi layar lebar pada momen libur Lebaran 2026. Karya ini mengisahkan perjalanan Pelangi, manusia pertama yang lahir di Planet Mars, dalam misi mencari solusi atas krisis air di Bumi.
Disutradarai oleh Upie Guava, film Pelangi di Mars telah melewati masa produksi intensif selama lima tahun sejak awal 2020. Teknologi mutakhir seperti Extended Reality (XR) dan hybrid shooting diterapkan guna menyajikan visual berkualitas tinggi yang setara dengan standar perfilman global.
Aktris Messi Gusti memerankan tokoh utama dalam film Pelangi di Mars yang baru berusia 12 tahun dan tinggal di koloni Mars pada tahun 2090. Bersama para robot, ia berpetualang mencari mineral Zeolith Omega untuk memurnikan air Bumi yang sedang dimonopoli oleh kekuatan korporasi besar.
Sebagai langkah promosi, tim produksi Mahakarya Pictures telah meluncurkan balon raksasa di area SCBD Jakarta Selatan pada 19/02. Langkah berani ini menunjukkan besarnya investasi yang dikucurkan untuk menjadikan film ini sebagai kekayaan intelektual yang mampu mendunia.
“Pelangi di Mars merupakan wujud kegelisahan atas kurangnya film keluarga berkualitas dan ambisi untuk menciptakan sejarah baru industri perfilman,” kata Upie Guava, Sutradara.*/LIA