Dugaan Korupsi Kantor DPRD Morut, KPK Sita Babuk Rp 8 Miliar

featured
KPK menyita uang Rp8 miliar terkait dugaan korupsi pembangunan kantor DPRD Morowali Utara untuk kepentingan penyidikan. (CNN Indonesia/ Ryan Hadi Suhendra)
service
Bagikan

Share This Post

or copy the link

JAKARTA, HAWA.ID – Komisi Pemberantasan (KPK) menyita uang senilai Rp8 miliar terkait perkara dugaan pembangunan kantor DPRD di Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (), Sulawesi Tengah.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri menjelaskan uang tersebut disita penyidik untuk kepentingan penyidikan.

“Saat ini, uang dimaksud telah disita tim penyidik sebagai barang bukti,” ujar Ali melalui pesan tertulis, Jumat (6/1/2022).

Lembaga antirasuah juga telah memeriksa tiga orang sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (5/1/2022) kemarin.

Ketiga saksi itu adalah Bupati Utara Deli Julkarson Hehi, Wakil Bupati Utara Djira Kendjo, dan Kepala BPKAD Pemkab Utara Masjudin Sudin.

“Ketiga saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan masuknya uang senilai Rp8 miliar ke kas daerah Pemda dari setoran pihak yang terkait dengan perkara ini,” jelas Ali.

Dalam kasus ini tenaga ahli Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura, Ronny Tanusaputra, dikabarkan telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus ini.

Hal itu diketahui dari pemeriksaan terhadap Wakil Bupati Kabupaten Djira Kendjo, 15 Desember 2022 lalu. Dari berita acara yang diperlihatkan penyidik, Djira mengatakan Ronny berstatus tersangka.

“Tahu, dari berita acara hari ini [red, kemarin],” ujar Djira menjawab pertanyaan wartawan soal status tersangka Ronny, Gedung Merah Putih KPK, Kamis (15/12).

Djira menjelaskan kepada penyidik KPK bahwa ada pengembalian uang Rp8 miliar lebih dari proyek pembangunan kantor DPRD Kabupaten .

Pengembalian uang itu dilakukan pihak yang terkait dengan perkara ke pemerintah daerah setempat.

Ronny juga turut diperiksa penyidik KPK dalam kapasitasnya sebagai penanggung jawab pekerjaan pembangunan kantor DPRD Kabupaten Morowali Utara pada hari yang sama. Dia tidak ditahan.

Dari Ronny, tim penyidik KPK mendalami pelaksanaan proyek tersebut. Materi yang sama juga didalami penyidik KPK kepada saksi Christian Hadi Chandra selaku Kuasa Direktur PT Multi Global Konstrindo.

“Kedua saksi juga hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait pelaksanaan proses pembangunan Gedung Kantor DPRD Kab. Morowali Utara,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, Jumat (16/12).CNN

0
happy
Happy
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
wow
Wow
0
peduli
Peduli
Dugaan Korupsi Kantor DPRD Morut, KPK Sita Babuk Rp 8 Miliar

You Can Subscribe To Our Newsletter Completely Free

Don't miss the opportunity to be informed about new news and start your free e-mail subscription now.
Subscribe
Notify of
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments
Login

Masuk atau Buat akun untuk bergabung bersama HAWA!

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Join Us