JAKARTA, HAWA – Perplexity AI resmi meluncurkan Perplexity Computer, sebuah sistem terpadu yang mampu mengelola 19 model kecerdasan buatan secara otonom di cloud. Produk ini dirancang untuk menangani proyek dari hulu ke hilir, mulai dari riset, desain, pengkodean, hingga manajemen operasional dalam satu platform tunggal.
“Steve Jobs said Musicians play their instruments, I play the orchestra. Perplexity Computer orchestrates 19 models. One reasons, another codes, another writes,” kata Aravind Srinivas, CEO Perplexity AI.
Peluncuran ini menandai evolusi besar dalam industri karena Perplexity Computer bekerja dengan cara mengorkestrasi berbagai model populer secara paralel. Beberapa model yang diintegrasikan mencakup Claude Opus 4.6 untuk penalaran, GPT-5.2 untuk pencarian kontekstual, hingga Google Nano Banana untuk kebutuhan visual.
Keunggulan utama dari Perplexity AI terletak pada kemampuannya sebagai komputer otonom yang memiliki akses internet real-time dan sistem file terintegrasi. Teknologi ini memungkinkan sistem untuk menjalankan tugas kompleks berdurasi panjang, mulai dari hitungan jam hingga bulan, tanpa perlu pengawasan manual yang intens.
“Perplexity Computer is what a personal computer in 2026 should be. It is personal to you, remembers your past work, and is secure by default,” kata Aravind Srinivas, CEO Perplexity AI.
Saat ini, akses awal Perplexity Computer baru tersedia bagi pelanggan kategori Max dengan skema biaya langganan sebesar 200 dolar AS per bulan. Perusahaan juga mengonfirmasi kemitraan strategis dengan Samsung untuk menyematkan fitur Hey Plex pada perangkat Galaxy S26 yang dijadwalkan meluncur pada 25/02 waktu setempat.