Pembangunan Jalan dan Jembatan Gantung di Sulteng Mendesak 

featured
Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Dr Hj Nilam Sari Lawira memimpin agenda konsultasi yang dilakukan Komisi III DPRD Sulteng ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembangunan Daerah (Bangda), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di Jakarta, Jumat (10/11/2023).FOTO : HUMAS DPRD SULTENG
service
Bagikan

Share This Post

or copy the link

JAKARTA, HAWA.ID – Ketua Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Dr Hj Nilam Sari Lawira memimpin agenda konsultasi yang dilakukan Komisi III  Sulteng ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembangunan Daerah (Bangda), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di Jakarta, Jumat (10/11/2023).

Beberapa hal yang dikonsultasikan antara lain terkait penyediaan jalan akses pangan  dan jembatan gantung.

Rombongan diterima oleh Analis Kebijakan Ahli Muda pada Seksi  Wilayah II, Subdit PU, Direktorat Sinkronisasi Urusan Pemereintah Daerah (SUPD) Kemendagri, Indra Maulana Syamsul Arief, didampingi Analis Kebijakan Ahli Muda  pada Substansi Perencanaan Evaluasi Informasi Pembangunan Daerah PM (PEIDO), Dr Jiwa Muhammad Satria Nusantara, dan beberapa pejabat lainnya.

Ketua , Nilam Sari Lawira, mengatakan, konsultasi tersebut sangat penting karena ada beberapa persoalan buntu di tingkat provinsi yang tidak menemukan jalan keluar. Persoalan yang dimaksud adalah mengubah nomenklatur dalam Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

“Sementara pembangunan jalan akses pangan dan jembatan gantung menjadi aspirasi dan kebutuhan masyarakat yang mendesak untuk dilaksanakan,” ujar Nilam.

Menanggapi hal itu, Indra Maulana Syamsul Arief menjelaskan bahwa tidak ada yang sulit untuk mengubah nomenklatur pada SIPD, asalkan ada persetujuan antara eksekutif dan legilslatif.

Menurut Indra Maulana, untuk proses pembangunan jalan akses pangan, memang belum ada nomenklaturnya dalam SIPD. Namun, kata dia, tidak sulit memasukannya asalkan ada kajian bersama antara kementerian teknis dan pemerintah daerah.

“Jadi ini bukan hal yang rumit,  yang terpenting ada kesepakatan,” tekannya.

Indra Maulana juga memberikan penjelasan soal pembangunan jembatan gantung yang dikeluhkan para wakil rakyat ini.

Menurutnya, hal itu dapat dilaksanakan tetapi OPD teknis yang menangani adalah Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang.

“Kalau ada aspirasi dan anggarannya juga ada, asal dinas teknis tersebut yang tangani, tidak ada masalah,” katanya.

Kegiatan konsultasi tersebut juga turut dihadiri Wakil Ketua III DPRD Sulteng, Muharram Nurdin, Ketua Komisi III Sony Tandra dan sejumlah anggotanya, seperti Abdul Karim Aljufrie, Yunus Hadi, Ambo Dalle, Aminullah , dan Sri Atun.

Hadir pula Sekretaris DPRD Sulteng Siti Rachmi Amir Singi serta beberapa pejabat di lingkup Sekretariat DPRD dan perwakilan dari Bappeda dan dari Dinas Tanaman Pangan Provinsi Sulteng. */LIA

0
happy
Happy
0
sedih
Sedih
0
marah
Marah
0
wow
Wow
0
peduli
Peduli
Pembangunan Jalan dan Jembatan Gantung di Sulteng Mendesak 

You Can Subscribe To Our Newsletter Completely Free

Don't miss the opportunity to be informed about new news and start your free e-mail subscription now.
Subscribe
Notify of
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments
Login

Masuk atau Buat akun untuk bergabung bersama HAWA!

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x
Join Us