PALU, HAWA.ID – Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait persoalan yang terjadi pada perusahaan pertambangan di Kabupaten Banggai. Rapat berlangsung di Ruang Baruga lantai III Kantor DPRD Sulteng, Rabu (25/2/2026).

RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi III DPRD Sulteng, Arnila Hi. Moh. Ali, kemudian dilanjutkan oleh Sekretaris Komisi III Moh. Sapri S.Pd., M.Si., serta dihadiri sejumlah anggota Komisi III DPRD Sulteng lainnya.

Dalam rapat tersebut, DPRD menghadirkan sejumlah pihak terkait, di antaranya Bupati Banggai, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tengah, Koordinator Inspektur Tambang Sulawesi Tengah, Cabang Dinas ESDM Wilayah IV, pihak perusahaan, serta perwakilan Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan (PIMDA APPLI) Sulawesi Tengah.

Ketua Komisi III DPRD Sulteng Arnila Hi. Moh. Ali menegaskan bahwa rapat dengar pendapat ini merupakan bagian dari komitmen DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan sekaligus menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

“DPRD akan memastikan seluruh pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka dan komprehensif. Kepentingan masyarakat serta kepatuhan terhadap regulasi menjadi prioritas utama dalam pembahasan ini,” kata Arnila.

Melalui forum tersebut, DPRD berharap dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai persoalan tambang yang dilaporkan masyarakat, sekaligus merumuskan langkah-langkah tindak lanjut yang objektif dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, DPRD juga mendorong adanya klarifikasi dari seluruh pihak terkait guna memastikan kegiatan pertambangan di wilayah tersebut berjalan sesuai regulasi dan tidak merugikan masyarakat.

RDP ini juga menjadi bagian dari upaya DPRD dalam menjaga keseimbangan antara kegiatan investasi di sektor pertambangan dengan perlindungan lingkungan serta kepentingan masyarakat di wilayah terdampak.

Komisi III DPRD Sulteng berharap forum ini dapat menghasilkan langkah konkret dan solusi yang berkeadilan bagi seluruh pihak yang terlibat.LIA