PALU, HAWA – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkuat gerbang pariwisata di wilayah Indonesia Timur. Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, secara resmi mengumumkan pembukaan dua rute penerbangan baru yang akan menghubungkan Sulawesi Tengah dengan pasar internasional dan domestik utama. Langkah ini menjadi sinyal kuat keseriusan pemerintah dalam mendistribusikan pertumbuhan pariwisata agar tidak hanya terpusat di Bali dan Jawa.
Dalam pengumuman resminya, pemerintah menetapkan dua rute vital yang akan segera beroperasi pada tahun 2026. Pertama, rute internasional penerbangan charter Palu – Guangzhou (Tiongkok) yang akan mulai mengudara pada Mei 2026. Kedua, rute domestik Jakarta – Luwuk yang dijadwalkan beroperasi mulai 1 Juni 2026. Oleh Pemerintah, pembukaan akses udara ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh dan mempermudah mobilitas wisatawan menuju destinasi unggulan di Sulawesi Tengah.
Ni Luh Puspa menegaskan bahwa pemilihan rute Palu – Guangzhou bukan tanpa alasan. Tiongkok memegang peranan krusial dalam peta pariwisata nasional.
“Ini adalah langkah strategis untuk memperluas konektivitas internasional Indonesia, khususnya ke pasar Tiongkok yang memiliki kontribusi signifikan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara,” ujar Ni Luh Puspa dalam keterangannya.
Keputusan ini didukung oleh data kinerja pariwisata yang solid sepanjang tahun 2025. Statistik menunjukkan tren positif di mana total kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 15,39 juta, tumbuh sebesar 10,80 persen. Dari angka tersebut, pasar Tiongkok menyumbang 1,34 juta kunjungan atau naik 12,14 persen, menjadikannya pasar terbesar keempat bagi pariwisata Indonesia.
Selain membidik pasar global, rute baru Jakarta – Luwuk hadir untuk merespons lonjakan wisatawan nusantara (wisnus). Data menunjukkan pergerakan wisnus secara nasional mencapai 1,20 miliar perjalanan dengan pertumbuhan 17,55 persen. Sulawesi Tengah sendiri mencatat lonjakan tajam sebesar 24,04 persen dengan total 11,57 juta perjalanan domestik. Angka ini membuktikan bahwa Sulawesi Tengah memiliki daya tarik yang semakin kuat bagi pelancong lokal.
Dampak ekonomi dari pembukaan rute ini diproyeksikan akan sangat luas. Pemerintah menargetkan peningkatan okupansi hunian hotel, pertumbuhan omzet UMKM, hingga penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat. Pariwisata yang inklusif dan merata menjadi kunci agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga Sulawesi Tengah.
Optimisme ini juga diperkuat oleh reputasi pariwisata Indonesia yang kian harum di mata dunia. Sepanjang tahun 2025, Indonesia berhasil menyabet 154 penghargaan internasional. Prestasi tersebut meliputi New Destination Champion Award dari La Liste untuk kategori Gastronomi, penyematan MICHELIN Keys untuk 33 hotel di Indonesia, hingga pengakuan bergengsi dari UN Tourism untuk desa wisata.
Ke depan, Wamenpar menekankan bahwa konektivitas fisik saja tidak cukup. Pemerintah Daerah dan pelaku industri pariwisata di Sulawesi Tengah harus segera berbenah dalam meningkatkan kualitas layanan dan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini penting untuk memastikan wisatawan mendapatkan pengalaman yang berkesan dan berkelanjutan, sehingga mereka tertarik untuk kembali berkunjung di masa depan.*/LIA