PALU, HAWA.ID – Di penghujung tahun 2025, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido meresmikan Command Center layanan BERANI Samporoa Provinsi Sulawesi Tengah. Peresmian berlangsung di lantai III Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu malam (31/12/2025).

Peresmian tersebut menjadi tonggak penting transformasi digital pelayanan publik di Sulawesi Tengah, sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam menghadirkan layanan yang cepat, responsif, dan transparan bagi masyarakat.

Gubernur dan Wakil Gubernur didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo Sulteng) Suandi, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Command Center BERANI Samporoa berfungsi sebagai pusat pengelolaan laporan dan pengaduan masyarakat berbasis sistem digital. Setiap laporan yang masuk akan dikelola oleh operator Command Center dan diberikan nomor tiket, sehingga seluruh proses penanganan dapat dipantau secara real time oleh masyarakat.

Operator Command Center akan memberikan respons awal terhadap setiap laporan. Apabila laporan dapat diselesaikan langsung, maka penanganan dilakukan di Command Center. Namun, untuk laporan yang berkaitan dengan persoalan teknis atau menjadi kewenangan OPD tertentu, seperti perizinan dan layanan sektoral, laporan akan diteruskan kepada OPD terkait. Untuk mendukung mekanisme tersebut, masing-masing OPD telah menyiapkan operator khusus.

Sistem BERANI Samporoa juga dilengkapi dengan klasifikasi status laporan, mulai dari menunggu, dalam progres, selesai, hingga ditolak. Fitur penolakan disediakan untuk menyaring laporan yang tidak relevan atau bersifat iseng, sehingga pelayanan publik tetap berjalan efektif dan tepat sasaran.

Guna menjamin profesionalisme dan akuntabilitas, Command Center ini dilengkapi dengan scoring system bagi operator Command Center maupun operator OPD. Sistem penilaian tersebut mengukur kecepatan respons dan kualitas tindak lanjut laporan, sehingga meminimalkan potensi saling lempar tanggung jawab antarperangkat daerah.

Untuk operator Command Center, waktu respons ditetapkan antara 5 menit hingga maksimal 60 menit per laporan. Sementara itu, penilaian terhadap OPD disesuaikan dengan karakteristik dan kompleksitas layanan yang ditangani masing-masing perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa efektivitas Command Center BERANI Samporoa sangat bergantung pada validitas data yang dimiliki oleh seluruh perangkat daerah.

“Secanggih apa pun sistem ini, kalau datanya tidak valid, maka tidak akan efektif. Karena itu saya meminta seluruh pimpinan OPD dalam tiga bulan ke depan serius melakukan pembenahan dan pembaruan data,” tegas Gubernur.

Ia juga berharap ke depan Command Center BERANI Samporoa dapat terintegrasi dengan pemerintah kabupaten/kota hingga instansi vertikal, sehingga laporan masyarakat yang berada di luar kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tetap dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Nama Samporoa, yang berarti berteman, dipilih sebagai simbol kedekatan pemerintah dengan masyarakat. Melalui layanan ini, masyarakat diharapkan memiliki ruang yang aman dan terbuka untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, maupun berbagai persoalan pelayanan publik.

“Command Center ini adalah pusat kendali pelayanan kita. Ibarat tubuh manusia, inilah otaknya. Mari kita jaga dan manfaatkan bersama demi pelayanan publik yang semakin baik,” ujar Anwar Hafid.

Peresmian Command Center BERANI Samporoa ditandai dengan prosesi peluncuran melalui layar sentuh oleh Gubernur Sulawesi Tengah, didampingi Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, dan Kepala Dinas Kominfo, sebagai tanda dimulainya operasional layanan publik digital tersebut.LIA