JAKARTA, HAWA — Aplikasi baru Bitchat resmi diluncurkan Jack Dorsey pada 9 Juli 2025. Aplikasi ini memungkinkan pengguna bertukar pesan tanpa koneksi internet hingga jarak 300 meter.

Bitchat berfungsi melalui jaringan mesh Bluetooth, memanfaatkan Bluetooth Low Energy (BLE) dan protokol kustom untuk penemuan antar perangkat. Aplikasi ini tidak memerlukan nomor telepon, akun, atau server pusat, dan hanya menyimpan pesan langsung di perangkat.

Jack Dorsey, pendiri Twitter dan CEO Block, mengembangkan Bitchat sebagai proyek pribadi.

“My weekend project to learn about bluetooth mesh networks…,” tulis Dorsey melalui akun X miliknya.

Ia juga menyebut Bitchat memiliki suasana seperti IRC dan mendukung komunikasi terenkripsi.

Bitchat menawarkan pesan sementara, obrolan grup dengan hashtag, dan perlindungan kata sandi. Fitur “store and forward” memungkinkan pesan tetap terkirim meskipun penerima sedang offline. Jangkauan aplikasi dapat meluas lebih dari 300 meter melalui relay perangkat.

Saat ini, Bitchat tersedia dalam versi beta melalui Apple TestFlight dan Android. Sekitar 10.000 pengguna telah mencoba versi awalnya dalam waktu singkat. Aplikasi ini cocok digunakan di wilayah dengan pemadaman internet, pengawasan ketat, atau saat terjadi bencana.

Menurut dokumentasi di GitHub, Bitchat menggunakan enkripsi X25519 dan AES-256-GCM untuk pesan pribadi. Pesan grup memakai derivasi kunci Argon2id. Teknologi ini juga mencakup lalu lintas acak dan kompresi LZ4 untuk efisiensi.

Bitchat membangkitkan perbandingan dengan aplikasi pesan Bluetooth yang populer saat protes Hong Kong 2019. Beberapa pengguna X menyambut positif aplikasi ini sebagai solusi komunikasi yang tahan sensor dan bebas pelacakan.

Selain itu, Bitchat melengkapi ekosistem aplikasi desentralisasi yang didukung Jack Dorsey seperti Damus dan Bluesky. Berbeda dari WhatsApp atau Messenger, Bitchat tidak mengumpulkan data pribadi dan menekankan privasi pengguna sebagai prinsip utama.LIA