PALU, HAWA – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam menjamin akses kesehatan bagi pasien kanker melalui Program Berani Sehat. Penegasan ini disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day) yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Palu, Sabtu (7/2).
Dalam momen tersebut, dr. Reny menyampaikan kabar baik bagi masyarakat Sulawesi Tengah yang sedang berjuang melawan kanker. Pemerintah Provinsi telah memastikan bahwa layanan vital seperti operasi dan kemoterapi kini ditangani oleh tenaga medis yang kompeten dan pembiayaannya ditanggung sepenuhnya melalui skema Program Berani Sehat.
Langkah ini diambil untuk menghapus stigma bahwa pengobatan kanker memerlukan biaya yang mencekik, sehingga pasien dapat fokus pada pemulihan tanpa beban finansial.
“Masyarakat tidak perlu takut. Pelayanan kanker akan terus kita tingkatkan, termasuk kemoterapi yang ditanggung melalui program Berani Sehat. Pemerintah hadir untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” tegas dr. Reny di hadapan para tenaga medis dan penyintas kanker.
Urgensi program ini sejalan dengan data terkini perkembangan kasus kanker di wilayah tersebut. Berdasarkan data awal tahun 2026, prevalensi kanker di Sulawesi Tengah menunjukkan tren peningkatan mencapai 2,4 persen atau sekitar 8.237 kasus.
Angka ini menempatkan Sulteng di posisi menengah atas secara nasional, namun dengan catatan khusus pada jenis kanker yang menyerang perempuan. Kanker payudara mendominasi dengan 12,9 persen kasus, disusul leukemia (8,7 persen), dan kanker serviks (8,1 persen).
Tingginya angka kasus kanker serviks dan payudara menjadi sorotan utama, mengingat tingkat kematian yang tinggi seringkali disebabkan oleh keterlambatan deteksi dini. Data menunjukkan skrining dini untuk kanker serviks pada usia 30-50 tahun masih rendah, yakni hanya di angka 8,06 persen. Melalui peringatan World Cancer Day ini, dr. Reny tidak hanya berbicara soal fasilitas, tetapi juga pentingnya dukungan psikososial.
Menurut mantan Direktur RSUD Anutapura tersebut, perjuangan melawan kanker adalah kombinasi antara kepatuhan medis dan kekuatan mental. Ia menekankan bahwa peran keluarga sangat krusial dalam mendampingi pasien melewati masa-masa sulit pengobatan.
“Jangan pernah takut dan jangan kehilangan semangat. Kanker bukan akhir dari segalanya. Yang paling penting adalah semangat, niat yang baik, ketenangan hati, dan dukungan keluarga. Kalau kita semangat, insyaallah hasilnya juga akan baik,” tuturnya.
| Provinsi | Prevalensi (per 1.000) | Peringkat Nasional | Catatan Tahun Data |
|---|---|---|---|
| DI Yogyakarta | 9,66 (3,6 per 2023) | 1 | Tertinggi nasional |
| Jawa Tengah | 8,06 | 2 | Tinggi kasus payudara |
| Sulawesi Utara | 5,76 | ~5 | Dekat Sulteng |
| Sulawesi Tengah | 4,50 (2,4% atau 8.237 kasus 2026) | 25 | Tren naik, serviks dominan |
| Sulawesi Selatan | 4,78 | 26 | Mirip tren |
| Maluku | 1,54 | 30 (Terendah) | Rendah deteksi |
Acara peringatan yang berlangsung hangat ini turut dihadiri oleh dokter spesialis bedah onkologi, dr. Yusfitaria Alvina, serta para penyintas kanker yang membagikan testimoni inspiratif.*/LIA