PALU, HAWA – Sektor perikanan Sulawesi Tengah kembali menggeliat dengan fokus baru pada komoditas bernilai tinggi. Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, secara langsung memimpin panen perdana udang vaname di tambak intensif milik H. Fahmi Thalib di Kelurahan Taipa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Kamis (5/2).
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kini menempatkan udang vaname (Litopenaeus vannamei) sebagai primadona dalam implementasi program unggulan “Berani Tangkap Banyak”. Reny menegaskan bahwa keberhasilan panen di Taipa ini membuktikan efektivitas penerapan prinsip budidaya yang baik dan berkelanjutan. Harapannya, capaian ini memicu semangat kelompok binaan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulteng lainnya untuk menduplikasi kesuksesan serupa.
“Semoga hasil yang diperoleh memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan para pembudidaya dan menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja,” ujar Reny di sela-sela acara.
Ia menekankan bahwa inti dari program Berani Tangkap Banyak adalah peta jalan konkret menuju kesejahteraan masyarakat secara merata.
Dalam kesempatan tersebut, Reny juga menyampaikan keinginan pemerintah daerah untuk tidak membiarkan pembudidaya berjalan sendiri. Pihaknya siap mengambil peran sebagai penghubung (hub) antara kelompok budidaya lokal dengan pihak perbankan serta pengusaha besar. Ini bertujuan memperkuat rantai pasok dan menjadikan budidaya vaname sebagai pilar ekonomi biru daerah.
Turut hadir Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, Yopie M.I. Patiro, bersama perwakilan perbankan dan praktisi di lokasi acara.
Potensi Ekonomi dan Gizi yang Menjanjikan
Pemilihan udang vaname sebagai komoditas unggulan bukan tanpa alasan. Jenis udang ini memiliki ketangguhan hidup di lingkungan ekstrem, pertumbuhan cepat dengan masa panen singkat (90-120 hari), serta nilai ekonomi yang stabil.
Data nasional menunjukkan produksi vaname terus menanjak dengan potensi tiga siklus panen per tahun. Bahkan, pasar ekspor sangat terbuka lebar, mengingat kontribusi vaname mencapai 40 persen terhadap ekspor perikanan nasional.
Selain aspek ekonomi, vaname juga menawarkan profil gizi mumpuni untuk ketahanan pangan. Udang ini mengandung protein tinggi (18-24 gram per 100 gram) dengan kalori dan lemak yang rendah, sehingga sangat ideal untuk diet sehat. Kandungan omega-3, vitamin B12, serta mineral seperti selenium dan seng di dalamnya sangat penting untuk kesehatan jantung dan sistem kekebalan tubuh.*/LIA
Udang Vaname Sulteng
Wakil Gubernur Sulteng pimpin panen perdana udang vaname di Taipa, Palu. Program ini jadi percontohan ekspor dan ekonomi biru.