PALU, HAWA – Provinsi Sulawesi Tengah kini bersiap mencetak sejarah baru dalam dunia kesehatan daerah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan dukungan terhadap pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (Untad). Hal ini menjadi upaya strategis agar Sulteng mampu memproduksi tenaga dokter ahli secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada lulusan dari luar daerah.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menegaskan komitmen tersebut saat memimpin rapat koordinasi persiapan pembukaan PPDS FK Untad secara daring, Minggu (9/2). Rapat ini melibatkan Rektor Untad, Dekan FK Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai pengampu, serta jajaran Dinas Kesehatan se-Sulawesi Tengah.

Dalam rencana besarnya, FK Untad bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin Makassar akan membuka tiga program studi spesialis vital yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini, yaitu Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Bedah, serta Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn).

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memberikan dukungan 100 persen untuk pembukaan PPDS ini. Kami siap memfasilitasi dari sisi sarana dan prasarana, hingga dukungan anggaran yang diperlukan, baik untuk kebutuhan fakultas maupun rumah sakit pendidikan,” tegas dr. Reny.

Sebagai dokter yang memahami betul dinamika lapangan, Wagub Reny menjelaskan bahwa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata akan diposisikan sebagai rumah sakit pendidikan utama. Saat ini, pembenahan infrastruktur di RS Undata terus dikebut untuk mengejar standar akreditasi yang menjadi syarat mutlak penyelenggaraan pendidikan spesialis berkualitas.

Selain infrastruktur, Pemprov Sulteng juga menaruh perhatian serius pada pembiayaan sumber daya manusia. Wagub Reny menyebutkan bahwa program beasiswa “Berani Cerdas” yang sudah berjalan akan dioptimalkan untuk mendukung para calon dokter spesialis ini.

Namun, skema pembiayaan akan diatur ketat agar tepat sasaran. Salah satu aturannya adalah pembatasan masa studi maksimal delapan semester untuk menjaga efisiensi anggaran daerah.

Langkah percepatan ini bukan tanpa alasan. Sulteng masih menghadapi tantangan distribusi tenaga medis yang tidak merata. Kehadiran PPDS di Untad diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk menambal kekurangan dokter spesialis di kabupaten/kota, khususnya di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Kendati demikian, Wagub Reny memberikan catatan keras terkait seleksi calon peserta didik. Ia meminta panitia seleksi tidak hanya terpaku pada nilai akademik semata. Mentalitas dan komitmen pengabdian harus menjadi poin penilaian utama.

“Tidak ada gunanya kita mendidik dokter spesialis dengan biaya besar jika setelah lulus mereka enggan kembali ke daerah asal. Komitmen pengabdian ini harus menjadi perhatian bersama agar layanan kesehatan benar-benar menyentuh masyarakat hingga ke pelosok,” tutupnya.

Dokter Spesialis Sulteng, PPDS FK Untad, Beasiswa Berani Cerdas, Info Kesehatan Palu, Berita Sulteng

Pemprov Sulteng dukung penuh pembukaan PPDS FK Untad untuk cetak dokter spesialis mandiri. Fokus pada Penyakit Dalam, Bedah, dan Obgyn demi layanan di pelosok.*/LIA