DUBAI, HAWA – Delapan personel polisi wanita (Polwan) terbaik dari Korps Brimob Polri, yang dikenal sebagai Tim Srikandi, tengah mencuri perhatian dunia. Mereka bertarung sengit melawan 109 pasukan elite dari 46 negara dalam ajang bergengsi UAE SWAT Challenge 2026 yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab.
Kompetisi taktis yang digelar di Al Rowahiyah Training City ini berlangsung sejak tanggal 7 hingga 11 Februari 2026. Indonesia mengirimkan total 38 personel Brimob Polri, yang terbagi dalam beberapa tim, termasuk Tim Brimob C yang berisikan srikandi-srikandi tangguh.
Tim khusus wanita ini terdiri dari Iptu Rahma Zagita, Ipda Nora Septiana, Briptu Aren Wondal, Bripda Eunike John, Bripda Stephanie, Bripda Widyawati, Bripda Miranda, dan Bripda Lidia.
Sejak hari pertama, Srikandi Brimob langsung menunjukkan taringnya. Pada tantangan “Obstacle Course” (Event 2), Tim Brimob C sukses mencatatkan waktu 01 menit 08,254 detik tanpa satu pun penalti. Catatan waktu ini membuktikan presisi dan kedisiplinan tinggi yang mereka miliki, mengingat beratnya medan yang harus mereka lalui.
Video aksi mereka saat menaklukkan rintangan dengan perlengkapan taktis lengkap bahkan sempat viral di media sosial, memicu decak kagum warganet atas ketangguhan fisik dan mental para Polwan ini.
Komandan Korps Brimob (Dankorbrimob) Polri, Komjen Ramdani Hidayat, menegaskan bahwa partisipasi ini bukan sekadar ajang unjuk gigi, melainkan pembuktian profesionalisme Polri di kancah internasional. Ia menyebut bahwa para personel telah melewati proses seleksi dan latihan panjang yang melelahkan.
“Anak-anak kita di Dubai sudah berlatih maksimal, berjuang dengan sepenuh hati, dan tampil membawa nama besar Indonesia,” ujar Komjen Ramdani.
Ia juga menambahkan fokus utama tim adalah memberikan performa terbaik, menjaga soliditas, serta menjunjung tinggi sportivitas di arena kompetisi.
UAE SWAT Challenge sendiri bukanlah kompetisi sembarangan. Ajang ini merancang lima event utama yang menguji batas kemampuan manusia dalam situasi taktis realistis. Event tersebut meliputi The Assault yang mengharuskan tim menetralkan ancaman dinamis, Obstacle Course untuk menguji fisik dan koordinasi, serta Officer Rescue yang mensimulasikan penyelamatan sandera di wilayah musuh.
Selain itu, terdapat tantangan lanjutan yang menguji kecepatan, akurasi tembak, dan penanganan krisis hingga hari terakhir kompetisi.
Hingga hari keempat (10/2), Tim Srikandi terus menjaga konsistensi performa mereka di tengah persaingan ketat. Meski hasil akhir peringkat belum resmi dirilis, kemampuan mereka bersaing dengan unit taktis pria dari berbagai negara membuktikan bahwa kualitas Polwan Indonesia berada di level dunia.
Komjen Ramdani Hidayat secara khusus meminta dukungan moral dari Tanah Air.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar personel Brimob Polri yang saat ini berlaga di UAE SWAT Challenge diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran dalam setiap pertandingan,” pungkasnya.
Perjuangan Tim Srikandi Brimob di Dubai menjadi bukti nyata bahwa gender bukanlah penghalang dalam dunia kepolisian taktis. Dedikasi, latihan keras, dan semangat membela nama bangsa menjadi senjata utama mereka dalam menghadapi tantangan kelas dunia ini.*/LIA