JAKARTA, HAWA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tengah menggelar Simulasi TKA 2026 secara nasional guna mempersiapkan siswa kelas 6 SD dan 9 SMP menghadapi seleksi prestasi. Asesmen berbasis komputer ini bertujuan memvalidasi nilai rapor dan menguji kesiapan sistem teknis sebelum pelaksanaan utama pada April mendatang.
Berdasarkan data Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), jumlah pendaftar tes ini telah mencapai angka 8,5 juta siswa di seluruh Indonesia. Pendaftaran tetap dibuka hingga 28/02 bagi sekolah yang ingin mengikutsertakan siswanya dalam pemetaan mutu pendidikan nasional guna mengurangi disparitas penilaian.
“Kami menyadari animo masyarakat yang sangat besar dalam mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA), sehingga kami terus berkomitmen bahwa kesiapan layanan akan terus menjadi prioritas,” kata Toni Toharudin, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP).
Pelaksanaan Simulasi TKA 2026 pada hari kedua yang jatuh pada 25/02 terpantau berjalan lancar meskipun sempat mengalami kendala jaringan di beberapa titik pada hari pertama. Para peserta kini fokus mengerjakan materi Bahasa Indonesia melalui platform resmi milik pemerintah untuk melatih manajemen waktu dan kepercayaan diri.
Selain mengukur kesiapan akademik, hasil dari Simulasi TKA 2026 ini akan menjadi instrumen penting dalam jalur prestasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). Pemerintah menyediakan akses latihan mandiri melalui laman Pusmendik agar siswa lebih familiar dengan model soal yang diujikan.
“Simulasi ini memang dirancang untuk menguji sistem secara nyata, sehingga kita dapat menemukan pola dari sejumlah besar data yang akan kita gunakan untuk pelaksanaan TKA,” kata Rahmawati, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan.
Jadwal pelaksanaan utama untuk jenjang SMP dijadwalkan berlangsung pada 06/04 hingga 16/04 mendatang. Sementara itu, siswa jenjang SD akan mengikuti ujian pada 20/04 hingga 30/04 secara serentak di seluruh wilayah Indonesia sesuai dengan zonasi masing masing.