JAKARTA, HAWA — Presiden Prabowo Subianto menambah dana riset Rp4 triliun usai menggelar dialog tertutup dengan 1.200 rektor, dekan, dan guru besar di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026). Pertemuan selama tiga jam ini fokus pada bidang sosial humaniora. Total dana riset perguruan tinggi kini mencapai Rp12 triliun.
Sebelumnya, dana riset hanya Rp8 triliun atau 0,34 persen dari APBN. Presiden langsung memutuskan penambahan tersebut. “Dalam forum tadi, Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar Rp4 triliun, yang harapannya ini dapat memperkuat riset-riset untuk seluruh universitas, termasuk bekerja sama dengan BRIN,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Kamis.
Sementara itu, Presiden mengarahkan riset ke swasembada pangan, swasembada energi, serta industrialisasi dan hilirisasi. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyebut 18 proyek strategis siap didukung. Proyek mencakup waste to energy hingga hilirisasi mineral dan pangan di bawah Danantara. “Diharapkan perguruan tinggi mem-backup dengan riset-riset yang kuat sehingga kemandirian kita terhadap hilirisasi industri itu menjadi cukup tinggi,” ujar Brian Yuliarto pada hari yang sama.
Selain itu, pemerintah umumkan insentif langsung untuk dosen peneliti. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie konfirmasi kebijakan mulai 2026. Dosen pemenang hibah riset terima insentif finansial. “Desember 2025 janji ini ditepati dan sejak 2026 akan mendapatkan insentif finansial langsung kepada dosen peneliti yang memenangkan dana hibah riset,” kata Stella Christie pada Kamis.
Meskipun begitu, pertemuan ini jadi kali kedua Prabowo kumpulkan akademisi skala besar. Pertemuan pertama pada Maret 2025 mayoritas hadir guru besar bidang STEM. Dana riset Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi naik 218 persen dalam setahun. Forum juga bahas percepatan pemenuhan dokter. Indonesia kekurangan lebih dari 100.000 dokter. Selain itu, pemerintah kurangi beban operasional perguruan tinggi agar tidak bebankan mahasiswa.
Prabowo tambah dana riset Rp4 triliun ini respons atas masukan akademisi. Pertemuan tertutup berlangsung efektif. Akademisi bidang sosial humaniora dominasi peserta. Kebijakan ini dorong kolaborasi universitas dengan lembaga riset nasional. Hasilnya, perguruan tinggi perkuat kontribusi pada program nasional.*/LIA