CIBUBUR, HAWA – Kepolisian Republik Indonesia luncurkan ETLE Drone Patroli Presisi pada Jumat (9/1/2026) di Jalan Raya Cibubur. Teknologi pengawasan udara ini integrasikan dengan sistem tilang elektronik nasional untuk pantau pelanggaran secara real-time. Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho sebut ini lompatan besar modernisasi penegakan hukum lalu lintas.

Irjen Agus Suryonugroho resmikan operasi perdana. “ETLE Drone adalah lompatan teknologi dalam penegakan hukum lalu lintas. Ini menandai perubahan besar dari pengawasan berbasis darat menuju pengawasan udara yang real-time dan terintegrasi,” ujar Kakorlantas Polri pada Rabu (14/1/2026). Sementara itu, tim khusus Direktorat Penegakan Hukum Korlantas Polri operasikan drone di kawasan mobilitas tinggi.

Uji coba perdana catatkan hasil signifikan. Drone rekam 18 pelanggaran dalam waktu singkat dengan rincian 15 tidak pakai helm, dua tidak pakai sabuk pengaman, dan satu melawan arus. Pada Selasa (13/1/2026), drone identifikasi 25 pelanggaran yang didominasi pengendara roda dua. Kemudian, semua bukti elektronik tervalidasi langsung ke Dashboard ETLE Nasional.

Teknologi ETLE Drone tawarkan sejumlah keunggulan strategis. Kamera resolusi tinggi jangkau area sulit pantau ETLE statis seperti flyover dan jalur khusus. Sistem otomatisasi proses tilang tanpa kontak langsung petugas-pelanggar tingkatkan transparansi. Selain itu, integrasi data real-time ke Korlantas Polri percepat penindakan pelanggaran.

Agus Suryonugroho tekankan manfaat ganda teknologi ini. ETLE Drone tidak hanya penindak, tapi juga alat edukasi masyarakat patuh rambu lalu lintas.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan ETLE Drone, kita kurangi pelanggaran kecelakaan di jalan raya,” tambah Kakorlantas. Meskipun begitu, Korlantas komitmen perluas operasi ke seluruh Indonesia bertahap.

Implementasi ETLE Drone dukung UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas. Sistem ini lengkapi ETLE statis, mobile, dan CCTV yang sudah beroperasi sejak 2018. Polri targetkan nol kecelakaan akibat pelanggaran berat melalui pengawasan udara presisi. Kawasan Cibubur pilih karena tingkat kemacetan tinggi jam sibuk pagi dan sore.

Korlantas Polri rencanakan ekspansi nasional. Tahap awal fokus titik rawan kecelakaan di Jabodetabek. Drone patroli presisi lengkapi strategi Kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas). Masyarakat Jakarta mulai rasakan dampak pengawasan udara yang lebih efektif dan objektif.*/LIA